Berkali-kali Diapresiasi Pemerintah Pusat, Begini Jurus TPID Gorontalo Tekan Inflasi

Berkali-kali Diapresiasi Pemerintah Pusat, Begini Jurus TPID Gorontalo Tekan Inflasi

12/11/2020 21:59 0 By Alex

TPID Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat memantau stok pangan dan gejolak harga terkait dampak covid-19 di pasar sentral Kota Gorontalo. (f.dok)

Hulondalo.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Gorontalo kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat akan keberhasilannya menekan inflasi di daerah.

Sebelumnya, TPID Gorontalo tercatat 2 kali berturut-turut menjadi yang terbaik di level regional se-Sulawesi dan mendapat Anugerah TPID Award Nasional sebagai TPID Terbaik.

“Alhamdulillah, ini tidak lepas dari dukungan seluruh pihak terkait dalam rangka pengendalian inflasi di Provinsi Gorontalo,” ucap Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat Capacity Building TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Diakui Idris, dalam kurun 3 tahun terakhir, inflasi Gorontalo sangat dipengaruhi oleh bahan pangan khususnya komoditas cabai rawit sebagai penyumbang inflasi tertinggi.

Guna mengendalikan tekanan inflasi itu, beragam program strategis telah ditempuh oleh TPID Provinsi Gorontalo.

Di antaranya pelaksanaan program pengembangan klaster cabai rawit yang dipelopori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, program Gerakan Tanam Cabai, pertanian masuk sekolah, pemantauan harga dan pasokan, serta menggagas kerja sama antara daerah.

“Dalam upaya mengendalikan inflasi, kita menerapkan prinsip 4K, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif. TPID Provinsi Gorontalo juga terus meningkatkan kerja sama dan sinergi yang lebih kuat, efektif dan efisien sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan antar daerah,” kata Idris.

Senada juga diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto. Menurutnya, secara spasial capaian inflasi Gorontalo didorong oleh berbagai macam faktor mulai dari sisi permintaan maupun penawaran.

Dari sisi permintaan, inflasi dipengaruhi oleh perayaan musiman seperti hari-hari besar keagamaan. Sedangkan dari sisi penawaran, kondisi cuaca dan gelombang laut sangat mempengaruhi pergerakan harga komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, tomat dan ikan segar.

“Untuk mencapai inflasi yang rendah memerlukan kerja sama dan koordinasi lintas instansi. Harapannya, kita bisa terus mempertahankan prestasi sebagai TPID terbaik di wilayah Sulawesi,” terang Budi.

Ditambahkan Budi, pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang relatif tinggi akan berdampak pada kondisi sosial masyarakat.

Selain akan menurunkan pendapatan riil masyarakat, inflasi yang berfluktuasi juga menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam pengambilan keputusan.

“Olehnya, inflasi yang rendah dan stabil merupakan syarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang akan memberikan manfaat dan perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tandasnya.(adv/alex)