Bersandar di Pelabuhan Anggrek, ABK dan Kru Kapal Barang China Tak Diperkenankan Turun

Bersandar di Pelabuhan Anggrek, ABK dan Kru Kapal Barang China Tak Diperkenankan Turun

03/02/2020 21:01 0 By Maman

Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap kru dan ABK Kapal MV. Golden Autumn asal China sebelum bersandar di Pelabuhan Anggrek. (istimewa)

Hulondalo.id – Meski telah dinyatakan aman dari Virus Corona, kru dan ABK kapal barang asal China yang bersandar di Pelabuhan Anggrek, tak diperkenankan turun ke pelabuhan.

Kapal dengan nama MV Golden Autumn yang memuat 16 ABK ini, diketahui mengangkut barang PLTU Sulbagut-1 Tanjung Karang dan bersandar di Pelabuhan Anggrek Desa Ilangata, Anggrek Gorontalo Utara Minggu (2/2/2020).

Sebelum bersandar di pelabuhan, pemantauan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih dulu oleh petugas kesehatan pelabuhan. Kepala Syahbandar Pelabuhan Anggrek Cpt. Arif mengatakan, kapal bernama MV. Golden Autumn itu, telah diperiksa dan aman dari virus Corona.

Namun kata Arif, buruh yang melakukan bongkar barang di kapal tersebut diminta tetap berhati-hati. Para buruh juga diminta, segera meninggalkan kapal jika sudah tidak ada kepentingan didalamnya.

“Buruh juga jangan lupa menggunakan masker, jangan berkomunikasi atau kontak langsung dengan ABK kapal, dan jangan mengonsumsi makanan atau minuman dari kapal tersebut, ini untuk mengantisipasi,” tegas Arif.

Dikonfirmasi juga, Asisten I Setda Gorontalo Utara Suleman Lakoro mengatakan, beberapa mil sebelum kapal bersandar, koordinasi dilakukan dengan pihak-pihak terkait, seperti Syahbandar Pelabuhan Anggrek, Polsek KP3 Anggrek, dari Karantina, Imigrasi, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten.

“Ini artinya, sebelum mereka turun ke darat mereka harus diperiksa dulu, harus disterilkan dulu, jadi naik kapal kecil kesana yang dari Karantina, Migrasi, dan Dinas kesehatan, mereka memeriksa secara detail,” ungkap Suleman, Senin (3/2/2020).

Pemeriksaan kata Suleman, dilakukan sejak Sabtu sore. Setelah itu, kapal bersandar di Pelabuhan Anggrek pada Minggu sekitar pukul 09.00 wita, setelah dinyatakan aman dari Virus Corona.

“Selama kapal tersebut bersandar, ABK tersebut dilarang turun dari kapal,” kata Suleman.

Tak hanya ABK kata dia, para buruh yang akan melakukan bongkar barang juga diperiksa kesehatannya dan harus menggunakan masker.

Pemeriksaan ini kata Suleman, sengaja dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang saat ini diwaspadai.

Kapal itu sendiri dijadwalkan akan bertolak pada tanggal (10/2/2020) pekan depan. (Prin)