Bertahan Menjaga Harapan, Meski Pandemi Entah Kapan Usai

Bertahan Menjaga Harapan, Meski Pandemi Entah Kapan Usai

18/09/2021 15:13 0 By Maman

Rahida Cookies Gorontalo

Owner Rahida Cookies, Dewi Nasaru, salah satu UMKM di Kota Gorontalo yang terdampak PPKM. (F.Inkri)

Hulondalo.id – Omzet UMKM Rahida Cookies kata ownernya Dewi Nasaru, menurun drastis ditengah penerapan PPKM mulai dari level 1 hingga level 3 di Kota Gorontalo. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir.

Rahida mengatakan, saat menerima orderan online, terhambat dengan penyekatan jalan, bagian dari kebjiakan PPKM di Kota Gorontalo.

“Sampai detik ini, UMKM masih merasakan pengaruh besar dari penerapan PPKM di Gorontalo,” ungkapnya, Jum’at (16/9/2021).

Meski begitu kata Rahida kepada Hulondalo.id, kreatifitas tetap dilakukan selama penerapan PPKM termasuk, penjualan secara online hingga keluar daerah dari beberapa item produk UMKM yang dikelolanya.

“Setiap bulannya omzet saya sekitar Rp35 juta, kini sangat menurun,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, orderan keluar daerah, menjadi kendala saat penerapan PPKM. Sebab ongkos kirim sangat mahal, efek dari keterbatasan penerbangan. Kata dia, sebelum PPKM dan meski ditengah pandemi, penjualan diluar daerah naik. Namun, setelah PPKM diterapkan pengirimannya sangat mahal.

Penjualan online di marketplace Shopee kata dia, banyak permintaan.Termasuk kata Dewi, penjualan lewat medsos seperti, facebook, instagram dan lainnya.

“Produk UMKM yang saya jual di Rahida cookies ini, kue kering 40 macam dan cemilan berkisar 10 macam serta olahan ikan, selama pandemi kita juga menciptakan inovasi baru, sesuai dengan keinginan konsumen di Gorontalo maupun luar daerah,” ujarnya.

Dewi berharap, pandemi akan segera berakhir di Indonesia khususnya di Gorontalo. Sebab, sangat berpengaruh bagi UMKM juga pedagang kaki lima di Kota Gorontalo. Dan hingga kini Dewi megaku, masih tetap melakukan produksi UMKM.

Harapan Dewi maupun pelaku UMKM lainnya, sama halnya dengan pemerintah daerah. Ikhtiar mereka para pelaku UMKM selama ini tidak berjalan sendiri. Mereka mendapat perhatian dari pemerintah daerah masing-masing. Di Kota Gorontalo misalnya, Walikota Gorontalo, Marten Taha bahkan menemui Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Marten akan mengadopsi program UMKM digital yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, JakPreneur. Aplikasi yang membantu UMKM bertahan bahkan bangkit ditengah pandemi Covid-19.

“Digitalisasi umkm di Jakarta kami anggap yang terdepan memberikan dan memfasilitasi mengembangkan potensi usaha warga,” kata Marten dalam lawatannya.

Aplikasi ini dikontrol langsung melalui Command Centre. Di Kota Gorontalo, ada tim kreatif UMKM dan digitalisasi yang akan menindak lanjuti penerapa aplikasi ini.

Di Kabupaten Gorontalo maupun daerah lain di Provinsi Gorontalo, kepala daerahnya punya komitmen yang sama. Digitalisasi UMKM diantara program spesial juga unggulan. 44 ribu UMKM di Kabupaten Gorontalo didorong melakukan inovasi.

Permodalan hingga pemasaran juga kata Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, dibantu oleh pemerintah daerah.

Perhatian terhadap UMKM juga ditunjukkan oleh perguruan tinggi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui pelatihan digitalisasi UMKM. Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum mengaku, perguruan tinggi harus dekat dengan masyarakat melalui pendekatan ilmu pada masing-masing fakultas.

“Pelatihan ini bentuk pengabdian Fakultas Ekonomi dan secara umum UNG pada masyarakat, khususnya kepada pelaku usaha bagaimana mengelola usaha dengan sebaiknya”, ungkap Harto. (Inkri)