BI Luncurkan Uang Rp 75.000, Sekdaprov: Ini Moment Luar Biasa

BI Luncurkan Uang Rp 75.000, Sekdaprov: Ini Moment Luar Biasa

17/08/2020 15:36 0 By Alex

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba memperlihatkan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 tahun RI yang diterimanya dari Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto. (F. Fikri/Humas)

Hulondalo.id – Gubernur Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan meluncurkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI pecahan Rp 75.000,-, Senin (17/8/2020).

Peluncuran uang pecahan Rp 75.000,- yang digelar secara daring tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto.

“Ini merupakan momen yang luar biasa untuk Bangsa Indonesia. Uang Rp 75.000,- ini, yang memang spesial edition, spesial gambarnya yang tadi dijelaskan Gubernur BI, ada 9 anak bangsa yang ada dalam gambar uang tersebut. Artinya inilah generasi penerus Bangsa Indonesia yang Insya Allah mencerminkan masyarakat Indonesia harus bangkit melalui pemuda-pemuda yang digambarkan dalam uang Rp 75.000,- itu,” kata Darda.

Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto menjelaskan, uang baru nominal Rp 75 000,- ini dibagi berdasarkan alokasi sesuai jumlah penduduk.

“Secara nasional ada 75 juta bilyet atau 75 juta uang kertas tadi. Khusus untuk Gorontalo sekitar 200 ribu bilyet saja tapi tersebar di seluruh wilayah Gorontalo,” terang Budi.

Uang baru ini kata Budi hanya boleh dimiliki 1 lembar untuk satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui pemesanan secara online.

”Masyarakat bisa memesan mulai hari ini secara online, nanti pengambilannya atau penukarannya mulai besok,” katanya.

Dalam salah satu sisi uang Rp 75.000,- ini terdapat gambar 9 anak yang memakai baju adat dari berbagai daerah, salah satunya berasal dari Provinsi Gorontalo.

Adalah Aditya (9), murid kelas 4 SDN 27 Kota Selatan, Kota Gorontalo, yang beruntung untuk bisa berada dalam salah satu sisi uang baru bersama anak-anak dari Provinsi NAD, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, NTT, Maluku dan Papua.(adv/alex)