BI Prediksi Ekonomi Gorontalo 2019 Tumbuh Kisaran 6,46%

03/12/2019 16:03 0 By Alex

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019 mengangkat tema “Sinergi, Transformasi, Inovasi, untuk Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo dan Nasional” yang digelar di gedung BI Gorontalo, Selasa (3/12/2019). (F. Istimewa)

Hulondalo.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Provinsi Gorontalo tumbuh pada kisaran 6,06% sampai 6,46% (year on year/yoy), yang didasari dengan perkembangan kondisi makro ekonomi Gorontalo yang cenderung tumbuh stabil.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi Gorontalo 2019 tersebut cukup realistis sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Nasional 2019 yang diperkirakan berada pada kisaran 5,1% (yoy). Sebelumnya, ekonomi Gorontalo Tahun 2018 tercatat tumbuh 6,51%, melambat jika dibandingkan Tahun 2017 yang tumbuh 6,74%.

“Pada tahun 2019, ekonomi Gorontalo diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,06% sampai 6,46% dengan tingkat inflasi yang terjaga dalam sasaran inflasi Nasional 3,5% plus minus 1,0% (yoy),” ungkap Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Selasa (3/12/2019).

Selain itu, pertumbuhan juga ditopang dari sisi stabilitas sistem keuangan. Dikatakan Budi, kinerja positif tercermin dari tren penyaluran kredit yang terus mengalami peningkatan disertai dengan tingkat risiko kredit yang menurun di tahun 2019.

Selama tahun 2019 pula, kinerja positif ekonomi Gorontalo terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi dan pertumbuhan sektor ekonomi pendukung atau tersier. Menurutnya, itu tercermin dari akselerasi pertumbuhan ekonomi di sektor primer perdagangan serta sektor pendukung lainnya, seperti industri pengolahan, pengelolaan air yang mampu mendorong dan menjaga pertumbuhan ekonomi Gorontalo tetap di atas rata-rata Nasional.

Budi juga menyampaikan, ada 3 pelajaran penting pada perjalanan ekonomi 2019 yang dapat dipetik sebagai strategi dalam menghadapi menurunnya globalisasi dan meningkatnya digitalisasi untuk memperkuat ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia maju ke depan. Pertama, lanjut Budi, sinergi bauran kebijakan makro ekonomi dan sistem keuangan antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, OJK dan instansi vertikal lainnya perlu terus diperkuat.

Kedua, peningkatan transformasi ekonomi untuk mendukung pertumbuhan yang lebih tinggi melalui hilirisasi industri untuk peningkatan nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam, baik sektor primer seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan perdagangan, maupun sektor pariwisata dan industri pengolahan yang kini telah menunjukkan kontribusi positif bagi perekonomian Gorontalo.

“Yang, ketiga adalah inovasi dalam ekonomi dan keuangan digital sebagai salah satu sumber ekonomi baru. Pesatnya arus digitalisasi memberikan peluang bagi Gorontalo untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif. Inovasi digital mampu memperkuat keterhubungan antar agen ekonomi dari konsumen, UMKM hingga korporasi besar,” lanjut dia.

Kegiatan PTBI yang mengangkat tema “Sinergi, Transformasi, Inovasi, untuk Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo dan Nasional” itu turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Forkopimda, para kepala daerah di Gorontalo, OJK Sulutgomalut, perbankan, pelaku usaha, akademisi, responden BI dan perwakilan media cetak dan elektronik di Gorontalo.(Alex)