BMKG Deteksi 8 Titik Panas di Wilayah Gorontalo, Kebakaran Hutan?

BMKG Deteksi 8 Titik Panas di Wilayah Gorontalo, Kebakaran Hutan?

02/09/2019 18:40 0 By Alex

Sumber: BMKG Gorontalo

Hulondalo.id – Sedikitnya 8 titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terdeteksi di wilayah Gorontalo, Senin (2/9/2019).

Mungkin saja salah satunya berada di wilayah Bone Bolango yang terjadi kebakaran lahan siang tadi, sekitar pukul 13.30 Wita.

Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, data setelit Terra Aqua dengan menggunakan sensor Modis pada pukul 08.00 Wita sampai 15.00 Wita menunjukkan titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan itu tersebar di 4 kabupaten masing-masing Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

“Kemarau yang terjadi selama 3 bulan terakhir ini disinyalir menjadi salah satu penyebab munculnya titik titik panas ini,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi, Nur Huda kepada Hulondalo.id.

Selain musim kemarau, adanya penguapan yang terjadi di air juga menjadi penyebab lain munculnya titik-titik panas tersebut.

“Titik panas yang muncul itu belum tentu ada api. Hanya saja berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran,” tambah Nur Huda.

Lebih lanjut Nur Huda juga menambahkan api bisa muncul jika presentasi kebakarannya mencapai hingga diatas 80%.

Olehnya, dia menghimbau kepada masyarakat khususnya para petani yang ingin membakar sampah agar lebih hati-hati lagi jangan sampai malah menimbulkan kebakaran.

“Ini ‘kan sedang musim kemarau. Jadi kalau bakar sampah baiknya jangan ditinggalkan dalam keadaan masih ada api dan pastikan apinya benar-benar padam,” tandas Nur Huda.

Sementara itu, dosen Geologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) Ivan Taslim mengatakan, GeoHotspot, merupakan titik panas yang dihasilkan dari data satelit cuaca geostationer. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan berdasarkan anomali suhu yang lebih panas dibandingkan sekitarnya.

Informasi yang ditampilkan merupakan sebaran titik panas dengan resolusi spasial 0.02 derajat atau sekitar 2 Kilometer. Biasanya, titik panas yang terdeteksi adalah sumber api dari para petani atau masyarakat yang sedang membakar lahan pertaniannya.

“Dengan adanya informasi yang dibagikan oleh BMKG ini, maka dapat menjadi rujukan atau peringatan bagi yang berwenang diantaranya BPBD, Dishut, dsb, beserta pemerintah kecamatan untuk diteruskan kepada kepada desa dan lurah sebelum Karhutla terjadi dengan dampak yang lebih luas,” tandas Ivan.(Ika)