Bone Pesisir Layak Jadi Daerah Otonomi Baru

Bone Pesisir Layak Jadi Daerah Otonomi Baru

24/01/2021 15:47 0 By Jeffry

Rapat koordinasi tim kerja Pembentukan DOB Bone Pesisir dalam rangka finalisasi dokumen naskah akademik studi kelayakan pembentukan Kabupaten Bone Pesisir dan presentase master plan ibu kota persiapan Kabupaten Bone Pesisir, di Gedung Rektorat UNU Gorontalo, Sabtu (23/1/2021).

Hulondalo.id – Tim Pejuang Pembentukan Bone Pesisir terus menggenjot wilayah Bone Pesisir menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Gorontalo. Hingga kini proses pemenuhan persyaratan untuk menjadi kabupaten pun telah masuk finalisasi.

Ini dibuktikan dengan telah dilaluinya berbagai tahapan dan kajian sebagai salah satu syarat untuk layak diperjuangkan sebagai kabupaten.

“Perjuangan DOB ini sudah dari 2008, dan kita sudah lalui seluruh tahapan dan kajian. Atas pertimbangan itulah penyusunan dokumen studi kelayakan pembentukan DOB Bone Pesisir ini terus digenjot dan dipacu, dan hari ini difinalisasikan,” ujar Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bone Pesisir, Dr. Ridwan Tohopi pada rapat koordinasi tim kerja Pembentukan DOB Bone Pesisir, Sabtu (23/1/2021).

Dirinya mengatakan, studi kelayakan pembentukan DOB Bone Pesisir sudah dianalisis dari berbagai macam sumber, baik dari segi potensi daerah, potensi keuangan dan ekonomi daerah yang akan dimekarkan, kemudian ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

“Termasuk dari segi lembaga sosial, pertahanan keamanan, dan persyaratan administrasi lainnya, seperti persetujuan DPRD dan Bupati Bone Bolango sebagai daerah induk,” ujar Ridwan.

Saat ini, jelas Ridwan, pihaknya tinggal melakukan pemenuhan persyaratan terakhir, yakni dokumen persetujuan maupun pernyataan Kepala Desa dan BPD se Bone Pesisir.

“Setelah semua dokumen ini terpenuhi, kita akan melangkah ke provinsi. Kalau di provinsi sudah selesai dukungan Gubernur, maka kita akan lanjutkan ke pemerintah pusat,” ucap Ridwan.

“Target kita awal Februari 2021, dokumen usulan pembentukan Kabupaten Bone Pesisir menjadi DOB akan diantar ke pusat. Karena ini sudah lama, sudah 12 tahun kita berjuang sehingga dokumen usulan pembentukan Kabupaten Bone Pesisir  ini sudah harus diantar sesegera mungkin ke Jakarta,” sambungnya.

Apalagi jumlah kecamatan di Bone Pesisir kata dia, telah memenuhi syarat untuk menjadi DOB yakni 5 kecamatan yang meliputi Kecamatan Kabila Bone, Bone Pantai, Bulawam Bone Raya serta Bone yang dihuni penduduk sebanyak 47.218 jiwa.

Sementara dari  segi potensi daerah, dirinya menilai justru Bone Pesisir lebih bagus dari daerah-daerah yang dimekarkan lainnya. Sebab di wilayah Bone Pesisir memiliki potensi daerah, yakni potensi tambang, potensi kelautan dan perikanan, perkebunan cengkeh, sektor pariwisata, dan potensi daerah lainnya.

”Jadi Bone Pesisir layak untuk diperjuangkan menjadi DOB, karena memiliki berbagai potensi daerah,” urai Ridwan.

Letak geografis juga menjadi salah satu pertimbangan. Sebab Bone Pesisir adalah daerah yang terpisah dari induk atau ibu kota Kabupaten Bone Bolango. Dan itu harus melewati Kota Gorontalo sebelum sampai ke ibukota.

“Inilah yang menjadi pertimbangan kita, kenapa Bone Pesisir ini harus dimekarkan, karena salah satunya terkait dengan pengendalian dan percepatan pelayanan kebutuhan masyarakat,” terang Ridwan yang juga Rektor UNU Gorontalo ini.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri dua anggota DPRD dari wilayah Bone Pesisir, Kenedy Maele dan Bahrudin Bulotio, serta pengurus Komite Pembentukan Kabupaten Bone Pesisir.(Jeff)