BPOM Ingatkan Soal Regulasi Periklanan Obat dan Makanan di Media

19/09/2019 11:40 0 By admin

Penandatanganan MoU pengawasan iklan pada media penyiaran lokal, antara KPID dan BPOM di Gorontalo, Kamis (19/9/2019) di Grand Q Hotel. (Foto: andy)

Hulondalo.id – Iklan di media masih menjadi alat jitu untuk promosikan produk obat, kosmetik maupun makanan. Sayang, materi iklan yang kebablasan justru cenderung merugikan konsumen, kata Deputi bidang pengawasan obat tradisional suplemen kesehatan dan kosmetik Badan POM RI, Maya Gustina Andarini, Apt.MSc, Kamis (19/9/2019).

Itu disampaikannya pada kegiatan penguatan pengawasan terhadap media penyiaran. Terutama untuk media penyiaran media lokal di Gorontalo, di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

Dalam acara ini juga dilaksanakan Penandatangan MOU antara Balai POM di Gorontalo dan KPID Gorontalo terhadap pengawasan publikasi iklan pelayanan penyiaran obat dan makanan di Provinsi Gorontalo.

“mempromosikan produk-produk obat maupun makanan, harus sesaui dengan ketentuan. Sebab banyak makanan dan obat ini yang dipromosikan dapat merugikan konsumen,” ujar Maya yang didampingi kepala Balai POM di Gorontalo, Yudi Noviandi.

Lewat kegiatan yang menghadirkan insan media dan pelaku usaha itu, diharapkan agar masyarakat, khususnya lembaga penyiaran maupun perusahaan pers agar dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap obat dan makanan yang berbahaya..

“Sehinggga butuh edukasi ke masyarakat. Sehingga mereka tidak membeli produk yang salah. Kita juga sekarang juga lagi berupaya untuk mengawasi iklan-iklan obat dan makanan di Media Sosial. Kami sementara menunggu regulasi,” timpalnya. (rinto/adv)

loading...