BPS-Diskominfotik Gorontalo Wujudkan Satu Data Indonesia

BPS-Diskominfotik Gorontalo Wujudkan Satu Data Indonesia

13/03/2020 19:49 0 By Alex

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat memberikan sambutan pada forum Data dan Diseminasi Publikasi Data Sektor Provinsi Gorontalo yang digelar di Grand Q Kota Gorontalo, Jumat (13/3/2020)

Hulondalo.id – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Gorontalo terus mewujudkan data statistik menuju Satu Data Indonesia.

Slah satunya melalui forum Data dan Diseminasi Publikasi Data Sektor Provinsi Gorontalo yang digelar di Grand Q Kota Gorontalo, Jumat (13/3/2020).

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menyampaikan, forum data dan diseminasi serta publikasi data sektor menjadi kegiatan yang strategis karena data merupakan wadah komunikasi, koordinasi kegiatan statistik. Hal ini, lanjutnya dapat menumbuhkan sinergitas dalam menyediakan data khususnya data sektoral.

“Manfaat forum satu data Indonesia ini yang pertama dapat terjadinya koordinasi dan komunikasi antar sektor dalam penyediaan dan pemanfaatan data. Selanjutnya, agar tercipta jembatan antara penyedia dengan pengguna data untuk mendiskusikan substansi, metodologi, konsep dan penjelasan teknis yang digunakan untuk masing-masing instansi atau OPD,” kata Darda.

Pedoman standar dan metadata baku untuk statistik sektoral ditetapkan oleh kepala instansi pemerintah sesuai tugas dan fungsinya dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini merujuk pada metadata baku yang ditetapkan oleh pembina data.

Olehnay, Sekretaris Daerah meminta setiap OPD wajib mengelola data secara lengkap, aktual, valid dan akuntabel untuk selanjutnya disampaikan kepada Diskominfotik.

“Dalam pengelolaan data sebagaimana dimaksud maka Dinas Kominfo dan Statistik berperan sebagai pintu masuk perolehan data atau clearing data,” tandas Darda.

Kepala Bidang Statistik, Diskominfotik Provinsi Gorontalo Fatma Biki menjelaskan, ada 3 unsur yang dibahas dalam forum data ini, masing-masing infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

“Ketika mereka (produsen data) sudah duduk bersama maka tidak ada lagi hal-hal yang vakum berkaitan dengan data yang ada di Provinsi Gorontalo. Misalnya data di Provinsi Gorontalo itu data jalan, ketersediaan data itu cuma data yang jalan yang dibiayai oleh APBD Provinsi. Setelah berkumpulnya mereka ini maka data-data yang akan dikumpul juga di kompilasi adalah juga data yang dibiayai oleh kabupaten/kota, bahkan data yang tersedia juga adalah jalan yang dibiayai oleh APBN seperti balai jalan,” katanya.(adv/alex)