BPS: Pengangguran di Gorontalo Didominasi Usia Produktif

07/11/2019 13:00 0 By Alex

Warga Gorontalo saat melamar kerja di Citimall Gorontalo. (F. Dok Alex)

Hulondalo.id – Lulusan SMK masih menjadi penyumbang tertinggi angka pengangguran di Gorontalo pada Agustus 2019.

Lulusan SMK menyumbang 13,54% dari 23.809 orang yang menganggur di Gorontalo. Kemudian disusul lulusan SMA 6,59%, perguruan tinggi 6,44%, SMP 3,95% dan lulusan SD ke bawah hanya 1,09%.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebut, angka pengangguran selama 2 tahun terakhir didominasi oleh kalangan usia produktif, mulai dari umur 15-24 Tahun.

“Secara umum, pengangguran di Gorontalo sampai Agustus 2019 sebesar 4,06% atau 23.809 orang. Secara Nasional, Gorontalo berada di peringkat ke 13, atau di bawah angka pengangguran di Indonesia sebesar 5,28%,” ujar Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati, Selasa (5/11/2019).

Secara Nasional pula, BPS telah merilis angka pengangguran menurut usia berdasarkan patokan SDGs yang akan menjadi standar baru dunia Internasional. Dikatakan Herum, bahwa hal itu dimaksudkan agar program-program yang akan dilakukan pemerintah bisa menjadi lebih tepat sasaran.

“Khusus di Gorontalo, angkan Tahun ini memang belum bisa kita rilis. Tapi sebagai perbandingan, kita bisa menghitungnya angka tahun-tahun lalu,” kata Kabid Statistik Sosial, Mohamad Fadlian Syah kepada Hulondalo.id

Namun Fadlian menyebut, pengangguran di Gorontalo selama 2 tahun terakhir didominasi oleh kalangan usia produktif.

Pada Tahun 2018, pengangguran di usia 15-24 Tahun tercatat sebesar 17,99% dari 23.347 orang. Sedangkan umur 25-59 Tahun mencapai 1,24%, dan 60 tahun ke atas sebesar 0,32%.

Angka pengangguran usia produktif itu naik jika dibandingkan setahun sebelumnya.

Pada 2017, usia 15-24 Tahun mencapai 16,32% dari 23.450 orang yang menganggur. Sementara usia 25-59 tahun 1,84%, dan 60 Tahun ke atas hanya 0,57%.

“Pengangguran usia produktif ini paling besar dipengaruhi faktor malas bekerja. Mungkin karena orangtuanya punya uang, ingin senang-senang dan sebagainya. Padahal, usia 15-24 Tahun adalah produktif,” tandasnya.(Alex)