Buka Kick Off Sensus Penduduk 2020, Wagub Gorontalo Harap Partisipasi Penuh Masyarakat

Buka Kick Off Sensus Penduduk 2020, Wagub Gorontalo Harap Partisipasi Penuh Masyarakat

02/09/2020 14:03 0 By Alex

kick off Sensus penduduk 2020 Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat menerima cenderamata dari Kepala BPS Provinsi Gorontalo Herum Fajarwati saat Kick Off Sensus Penduduk 2020 tingkat Provinsi Gorontalo, Rabu (2/9/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Kick off Sensus Penduduk 2020 tingkat Provinsi Gorontalo dibuka secara virtual oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Rabu (2/9/2020).

“Sensus Penduduk Tahun 2020 adalah yang ke-7 kalinya sejak Indonesia merdeka. Sensus ini merupakan momen strategis yang harus kita sukseskan bersama guna menghasilkan data kependudukan yang menjadi data dasar terpenting, mengingat pembangunan itu sendiri tujuannya untuk kesejahteraan penduduk,” ucap Wakil Gubernur Idris Rahim didampingi Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati.

Dikatakan Idris, Sensus Penduduk 2020 bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk. Dan itu sesuai dengan tema Sensus Penduduk 2020 yaitu “Mewujudkan Satu Data Kependudukan Menuju Indonesia Maju”.

Ditambahkan Idris, program pembangunan dan berbagai kebijakan pemerintah hanya akan berjalan baik dan sukses jika didukung oleh data yang akurat dan valid, termasuk data kependudukan.

Berbagai isu yang terkait data kependudukan antara lain menyangkut kemiskinan, pengangguran, kualitas sumber daya manusia, bonus demografi, indeks pembangunan manusia, serta data pemilu.

“Data kependudukan juga menjadi acuan dalam pengalokasian anggaran, kebutuhan layanan publik, menentukan jumlah anggota legislatif, dan untuk kepentingan lainnya,” katanya.

Idris pun berpesan, seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 dengan memberikan data yang benar dan jujur kepada petugas sensus.

“Mari sama-sama kita berkomitmen untuk mensukseskan Sensus Penduduk 2020 untuk satu data kependudukan,” pungkas Idris.(adv/alex)