Bukan Beras Medium, KPM di Wonorejo Terima 500 Karung Beras ‘Brosot’

Bukan Beras Medium, KPM di Wonorejo Terima 500 Karung Beras ‘Brosot’

22/07/2020 13:59 0 By Maman

Warga Desa Wonorejo, Kecamtan Sumbergempol menunjukkan beras yang diterimanya. (foto:istimewa)

Hulandalo.id (Tulungagung) – Alih alih mendapatkan beras kelas medium, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Wonorejo, Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur, diduga justru diberi beras kualitas buruk dan kurang layak dikonsumsi.

Padahal sebelumnya, sesuai dengan kesepakatan dengan Bupati Tulungagung, beras bantuan program BNPT itu adalah jenis beras medium seberat 15 kilo gram.

“Baru saya buka dirumah, beras yang diterima nenek saya kurang bagus dan berwarna kuning,” kata TR, Warga Desa Wonorejo, Kecamtan Sumbergempol sambil menunjukkan beras yang diterima neneknya, Senin (20/07/2020) kemarin.

Meski mengeluh, TR tidak berani protes pada pihak desa atau agen penyalur. TR takut neneknya tidak akan menerima bantuan lagi atau di coret dari daftar penerima.

“Berasnya memang buruk, ini bisa dilihat seperti beras lama dari bulog,” kata Binti, Agen Penyalur BPNT Desa Wonorejo saat ditemui dirumahnya, Selasa (21/07/2020) sore. Binti membenarkan jika hampir 500 karung beras yang telah dibagikan ke KPM kualitasnya buruk.

Binti kemudian menunjukkan sampel (contoh) beras yang diambil dari salah satu karung. Tampak beras yang ditunjukkan Binti berwarna buram setengah menguning dengan beberapa campuran kerikil dan menir (beras pecah) dalam jumlah yang banyak. Mirip beras jenis “brosot” yang kurang layak dikonsumsi.

Bau beraspun tidak menunjukkan kualitas medium dari selipan seperti yang diharapkan para kepala desa.

“Kemarin sebelum dibagikan sudah dicek, bahkan dibawakan timbangan. Beratnya pas 15 kilogram, saya awalnya tidak tau jika berasnya kurang bagus. Baru tau setelah dibuka, tapi kata yang ngecek (menyebut nama) beras ini jika di kembalikan juga repot urusan jasa angkut, maka diminta dibagikan saja,” cerita Binti.

Sebagai agen, Binti kemudian menuruti perintah untuk melayani para KPM yang sudah berdatangan dirumahnya. Bahkan, saat membagikan itu Binti mengaku juga ditunggui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumbergempol.

“Dibagikan kemarin dan hari ini, disini ada pendamping juga. Bahkan ada kekurangan beras, tadi dikirim lagi katanya dari desa lain. Tapi berasnya lebih bagus,” tambah Binti sambil menunjukkan karung warna biru yang beda dengan beras dengan karung warna hijau.

Sebagai agen, Binti mengaku memiliki beban dan tanggung jawab ke KPM jika komoditas yang dibagikan kurang layak.

Dirinya berharap kedepan dapat memilih barang sendiri apakah medium atau premium yang penting dapat membuat KPM senang dan dapat bermanfaat.

“Jika agen bisa milih kan akan bagus barangnya,” terangnya.

Hulondalo.id pun coba menghubungi WW sesorang yang sempat disebut Binti, untuk mendapatkan konfirmasi. WW sendiri adalah UPK Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kecamatan Sumbergempol.

Sayang, hingga berita ini diturunkan WW belum juga memberikan respon. Begitu juga, Kapala Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol, Anis Wijayanti ketika dihubungi lewat telpon enggan memberikan keterangan. (MO)