Buntut 3 Karyawan Diduga di PHK Sepihak, FSPMI Tuntut Maqna Hotel Gorontalo

Buntut 3 Karyawan Diduga di PHK Sepihak, FSPMI Tuntut Maqna Hotel Gorontalo

02/06/2021 23:57 0 By Alex

Maqna Hotel Gorontalo

ilustrasi Maqna Hotel Gorontalo.

Hulondalo.id – Sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Gorontalo menggelar aksi di depan Maqna Hotel Kota Gorontalo, Rabu (2/06/2021).

Aksi tersebut menyusul sejumlah karyawan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) diduga secara sepihak oleh pihak manajemen hotel.

Dalam aksi tersebut, FSPMI meminta karyawan yang dipecat oleh General Manager Maqna Hotel Gorontalo agar di pekerjaan kembali. Alasannya, FSPMI menilai tindakan tersebut tak sesuai dengan aturan.

“Kami ingin karyawan Maqna Hotel dipekerjakan kembali. Sebab, PHK yang dilakukan oleh GM Maqna Hotel tak sesuai dengan aturan. Bahkan, pemutusan kerja itu, terindikasi GM anti serikat pekerja. Karena, yang dipecat merupakan anggota serikat pekerja,” terang Ketua FSPMI Gorontalo, Meyske Abdullah.

Atas tindakan ini pula, FSPMI berencana akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan GM Maqna Hotel Gorontalo.

“Kita akan melaporkan GM Maqna Hotel ke jalur hukum. Karena dianggap anti serikat pekerja,” tegas Meyske.

Terpisah, GM Maqna Hotel, Fredy Andrian membantah telah melakukan PHK sepihak terhadap karyawannya. Menurutnya, PHK telah sesuai dengan ketentuan. Terkait tuntutan FSPMI, Fredy akan berkonsultasi terlebih dahulu ke pimpinan terkait nasib karyawan tersebut.

“Kami tak melakukan pemutusan PHK sepihak terhadap 3 orang karyawan Maqna Hotel. PHK itu sudah sesuai dengan peraturan perundangan-undangan. Untuk permintaan massa aksi kami akan berkonsultasi lagi ke pimpinan. Apakah mereka dipekerjakan kembali atau tidak,” terang Fredy.

Fredy juga membantah bahwa dirinya anti serikat pekerja. Sebab, bila anti serikat pastinya dari awal sejak karyawannya ikut serikat akan langsung dipecat.

“Saya tak anti serikat pekerja. Bahkan yang dipecat saja ada yang bukan serikat pekerja. PHK ini bagi saya sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,” jelas Fredy,

Dirinya pun siap menempuh jalur hukum jika karyawannya melaporkan tindakannya ke instansi terkait dan siap membayar pesangon.

“Saya siap menghadapi bila persoalan ini dibawa ke jalur hukum. Selain itu, kami pun siap membayar pesangon sesuai dengan amanat ketentuan yang berlaku,” tutupnya.(Opin)