Bupati Syarif pun Rindu Shalat di Masjid

Bupati Syarif pun Rindu Shalat di Masjid

18/05/2020 23:55 0 By Yadin

Suasana Shalat Ied di Masjid Agung Pohuwato tahun kemarin. (f.razak/doc)

Hulondalo.id – Kerinduan umat Islam untuk bisa Shalat Idul Fitri di masjid sangat dipahami oleh Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga.

Syarif sendiri pun merasa sedih dan rasanya ingin menangis karena Shalat Ied yang biasanya dilaksanakan di masjid, tahun ini ditiadakan.

“Saya sedih, saya mau menangis. Saya berusaha untuk menahannya di hadapan kalian,” aku Syarif saat konferensi pers Senin (18/5/2020) malam terkait pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Yang kita utamakan adalah keselamatan. Insya Allah ini diridhai oleh Allah,” sambung bupati.

Syarif mengerti rasa rindu umat Islam telah memuncak karena sebulan penuh selama Ramadhan, hanya bisa melaksanakan ibadah Shalat 5 waktu dan Shalat Tarawih di rumah saja.

Sebagai khalifah, Syarif tentu tidak mengambil keputusan sendiri. Keputusan itu lahir, di dalamnya ikut dikaji oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pohuwato bersama Kementerian Agama, NU, Muhammadiyah dan Qadhi.

Keputusan yang diambil memang berat. Syarif pun tahu sebagian umat Islam ada yang kecewa. Namun ini adalah bentuk ikhtiar untuk konsisten menjaga Pohuwato berada di zona hijau Covid-19.

Bupati 2 periode itu kemudian berdoa semoga Idul Adha nanti, virus Corona segera hilang dan umat Islam sudah bisa melaksanakan Shalat Ied di masjid secara berjamaah. (yadin/adv)