Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Libur Natal & Tahun Baru, Pemprov Gorontalo Perketat Aturan

Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Libur Natal & Tahun Baru, Pemprov Gorontalo Perketat Aturan

13/11/2021 09:15 0 By Maman

Rapat Forkopimda Prov Gorontalo

Rapat Forkopimda terkait persiapan pelaksanaan mudik Natal dan tahun baru 2022, serta evaluasi vaksinasi Covid-19 di Ballroom Hotel Peninsula, Manado, Jumat (12/11/2021). Foto – Salman

Hulondalo.id – Aturan akan diperketat pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 nanti. ini kata Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bagian dari langkah antisipasi, agar nantinya mobilitas saat mudik tidak menimbulkan lonjakan kasus Covid-19.

“Momentum perayaan Natal dan tahun baru harus diantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus, kita perketat aturan mengenai pergerakan orang, lokasi wisata, pertokoan dan lainnya, langkah ini perlu diperkuat dengan vaksinasi, perketat prokes, dan terus lakukan 3T,” ungkap Rusli saat rapat bersama bersama Forkopimda di Ballroom Hotel Pinensula Manado, Jumat (12/11/2021).

Sebelumnya, Gubernur menambahkan, pemerintah pusat dalam hal ini Satgas Covid-19 telah memberikan peringatan. Diperkirakan, bakal terjadi lonjakan mobilitas masyarakat di periode libur Natal dan Tahun Baru 2022. Menurut prediksi, ada sekitar 19 juta orang akan hilir mudik pada periode tersebut.

“Memang mungkin di Gorontalo kecil, karena kita mayoritas muslim, dan mudik tahun baru ini yang bahaya, misalnya orang Gorontalo mau Natal ke Manado, terus nanti mereka balik lagi, ini yang harus kita perketat lagi tes antigen dan swab tes,” tegasnya.

Gubernur juga mengimbau pelibatan semua unsur pemangku kepentingan diperlukan. Khususnya dalam menjaga tempat–tempat ibadah menjelang Natal tanggal 25 desember 2021. Serta perayaan pergantian malam tahun baru dan pesta kembang api.

“Untuk mudik Pak Sekda nanti kita bikin surat resmi, untuk dilingkungan kita sendiri dan himbauan kepada TNI/Polri hingga pemerintah kabupaten/kota. Tapi saya mau provinsi, bupati walikota yang di depan, teman-teman TNI/Polri hanya memantau. Jadi intinya pemerintah mencegah, TNI/Polri yang mengamankan,” tandasnya.

Terkait situasi covid-19, secara agregat kabupaten/kota se provinsi Gorontalo sampai dengan 10 November 2021, nol kasus positif covid-19. (Adv)