Covid-19 Gilas Ekonomi Gorontalo, Wagub Dorong Percepat Belanja Pemerintah

Covid-19 Gilas Ekonomi Gorontalo, Wagub Dorong Percepat Belanja Pemerintah

20/10/2020 21:36 0 By Alex

Ekonomi Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat menjadi keynote speaker pada webinar Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Selasa (20/10/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengakui pandemi Covid-19 sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo.

Hal itu terbukti jika melihat pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang telah terkontraksi sebesar -0,27% pada kuartal ke II Tahun 2020. Padahal pada kuartal sebelumnya, ekonomi Gorontalo masih tumbuh 4,05%.

“Ini adalah yang terendah sejak Provinsi Gorontalo berdiri,” aku Wakil Gubernur Idris Rahim pada pada webinar Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan ISEI, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan Idris, pihaknya telah mengambil langkah strategis untuk menangani dampak meluasnya pandemi Covid-19. Mulai dari realokasi dan refocussing anggaran untuk sarana prasarana kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS), dan stimulus bagi UMKM, hingga percepatan penyerapan anggaran untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Alhamdulillah, belanja APBD kita mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri karena realisasinya melampaui target. Hingga September 2020 realisasi fisik sebesar 74,93% dan keuangan mencapai 63,18%,” beber Idris.

Kontribusi daerah, menurutnya, sangat penting dalam rangka mendorong PEN. Olehnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera membelanjakan anggarannya dengan harapan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Pemprov Gorontalo juga terus mendorong investasi untuk mengelola potensi daerah di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dan Nasional,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto mengatakan, pandemi Covid-19 telah mematahkan prediksi pertumbuhan ekonomi global, yang dari semula diperkirakan tumbuh positif menjadi terkontraksi negatif.

Kata Budi, ketidakstabilan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada resesi.

“Sejalan dengan kondisi perekonomian secara Nasional juga berdampak pada kinerja perekonomian di Gorontalo. Pertama kalinya perekonomian Gorontalo mengalami kontraksi negatif. Padahal rata-rata dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Gorontalo berada di level 7%,” jelas Budi.

Pemerintah, kata Budi, telah mengalokasikan anggaran berkisar Rp 695,2 Triliun untuk program PEN baik di sisi produksi maupun konsumsi. Dana tersebut antara lain akan dialokasikan untuk program kesehatan, sosial, UMKM, dan koperasi.

“Pencapaian realisasi PEN saat ini mencapai Rp 344 Triliun atau setara 49% dari total pagu tersebut,” katanya.(adv/alex)