Dampak Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, Pemkab Pohuwato Kembali Gelar Rapat

Dampak Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, Pemkab Pohuwato Kembali Gelar Rapat

03/12/2019 18:27 0 By Yadin

Pemkab Pohuwato kembali menggelar rapat membahas dampak kenaikan iuran BPJS kesehatan, Selasa (3/12/2019).

Hulondalo.id – Pemerintah Kabupaten Pohuwato kembali menggelar pertemuan untuk membahas soal dampak kenaikan iuran BPJS kesehatan yang akan berlaku mulai tahun 2020, Selasa (3/12/2019).

Rapat itu dihadiri oleh Wabup Pohuwato, Amin Haras, Kepala Baperlitbang, Irfan Saleh, Kadis Dukcapil, Ratnawati Tulie, Kadis Kesehatan, dr. Supandi M. Abdullah, unsur BKD, Dinas Nakertrans, Dinas Sosial, dan Bagian Tapem serta pihak BPJS Kesehatan.

Pertemuan rutin kata wabup, membahas kembali kepesertaan BPJS kesehatan khususnya pelaksanaan pelayanan JKN kepada masyarakat.

“Pemda berupaya bagaimana pelayanan jaminan kesehatan nasional ini sudah bisa mengakomodir seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sehingga masyarakat secara keseluruhan bisa dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan tanpa membebani,” terang Amin Haras.

Disamping itu, menurut wabup, untuk bisa mengakomodir seluruhnya perlu dukungan data dan juga akurasi data kepesertaan BPJS.
Baik kepesertaan melalui Pembayaran Bantuan Iuran (PBI) maupun kepesertaan mandiri.

“Kita tahu persis BPJS ini sudah ada kenaikan iuran, ini tentu akan berpengaruh kepada kepesertaan terutama yang mandiri bagaimana kita bisa memberikan pemahaman atau sosialisasi kepada masyarakat. Kalau untuk iuran yang ditanggung oleh pemerintah tentunya tidak masalah, baik itu oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten,” jelas wabup.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkab Pohuwato dan BPJS Kesehatan terkait revisi kenaikan iuran BPJS. (yadin)