Data TPID, Inflasi Gorontalo Tahun 2019 Sangat Baik

Data TPID, Inflasi Gorontalo Tahun 2019 Sangat Baik

21/12/2019 22:15 0 By Maman

Data Inflasi bulanan Provinsi Gorontalo selang tahun 2017-2019. (Sumber : BPS Provinsi Gorontalo/hmsprovinsigorontalo)

Hulondalo.id- Data dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo, angka inflasi selang tahun 2019, dinilai sangat baik. Bahkan, dapat dikatakan ini terbaik sepanjang sejarah daerah ini.

Kepala Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi (P2E) Sagita Wartabone mengatakan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, inflasi saat itu 2018 sejak Januari hingga Desember masing-masing tercatat, 0.68, -0.84, 0.34, -0.12, 0.70, 0.37, 0.14, -0.02, -0.06, 0.15, 0.23 dan 0.57.

Sedangkan inflasi ditahun ini sejak Januari hingga November (diluar Desember) masing-masing, 0.18, -0.68, 0.09, 0.50, 1.64, 0.30, -0.02, 0.71, -0.34, 0.02, dan 0.23.

Capaian ini membuat Provinsi Gorontalo mendapat penghargaan sebagai TPID Terbaik 2018 se Sulawesi. Tak cuma itu, Kabupaten Pohuwato juga, juga penghargaan yang sama, TPID Terbaik 2018 se Sulawesi untuk Kabupaten.

Penghargaan kata Sagita lagi, keterlibatan semua pihak, tidak saja dari Pemprov Gorontalo. Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo sebagai leading sektornya dan pemerintah kabupaten/kota.

“Keberhasilan dalam menekan inflasi tidak lepas dari pemetaan masalah dan perencanaan program yang berjalan terintegrasi lintas sektor,” kata Sagita, Sabtu (21/12/2019).

Dalam berbagai pertemuan juga kata dia, terjalin komunikasi yang efektif disertai komitmen yang sama untuk menjaga harga-harga dipasaran tetap stabil setiap bulannya.

Contohnya kata Sagita, komoditas ikan segar merupakan diantara konsumsi utama masyarakat Gorontalo. Dan ini juga menjadi salah satu penyumbang inflasi utama dan tertinggi di Gorontalo, kurun waktu 3 tahun terakhir.

Rata-rata inflasi kelompok ikan segar di Gorontalo mencapai 12,14% (yoy).

Kondisi itu kemudian diurai dalam empat hal pokok yakni, memastikan ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, harga terjangkau, dan komunikasi efektif.

“Empat hal ini lalu dijabarkan ke dalam program yang lebih banyak diintervensi oleh program-program pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Misalnya lanjut Sagita, ketersediaan pasokan ikan, Pemprov Gorontalo memfokuskan program pada pada bantuan kapal. Dengan rincian, 90 unit bantuan dari Pemprov Gorontalo untuk Kapal perahu 3 GT dan mesin tempel 15 PK. Sedangkan dari KKP 59 unit kapal perahu 5 GT dan 3 GT.

Distribusi ikan juga diintervensi oleh Pemprov Gorontalo dengan memberikan bantuan bagi penjual ikan keliling. Sebelumnya berkeliling menggunakan sepeda, diganti dengan kendaraan roda dua disertai kotak pendingin ikan.

Pemprov Gorontalo juga menyalurkan bantuan modal usaha bagi 110 pedagang ikan keliling (tibo-tibo) berupa kotak penyimpanan ikan portabel dan 17 kilogram ikan segar.

Pelaksanaan pasar murah keliling kecamatan yang digelar hampir setiap pekan, Bakti Sosial NKRI, menyasar setiap daerah. Tidak hanya pada program bantuan.

“Ini kebijakan pak Gubernur Rusli hingga kini,” ujarnya.

Bahan pokok bisa diperoleh masyarakat, hanya dengan membeli seharga serba Rp. 5 ribu.

“Jika ada santunan dari Baznas, harga yang dipatok tidak serba lima ribu, tapi masih terjangkau oleh masyarakat,” kata Sagita.

Dia berharap, inflasi tahun 2020 nanti, bisa ditekan lebih rendah lagi. Namun ini membutuhan peran semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota. Komunikasi lintas sektor juga perlu lebih diefektifkan, agar persoalan dilapangan bisa segera diketahui dan dicarikan solusinya. (Man/Adv)