Datangi 11 Kades di Tulungagung, Oknum LSM Minta Uang

Datangi 11 Kades di Tulungagung, Oknum LSM Minta Uang

08/09/2020 19:19 0 By Maman

Kepala Desa Picisan, Muselam.

Hulondalo.id – Oknum mengaku dari LSM mendatangi 11 desa di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Kedatangan mereka membuat para kepala desa resah. Sebab, oknum LSM ini, meminta sejumlah uang untuk menutup dugaan kasus.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Sendang, Parlan mengatakan, ada dua kelompok dengan modus yang sama melakukan aksinya di Kecamatan Sendang. 6 desa kata Parlan, sudah terlanjur memenuhi permintaan oknum LSM ini.

“Dua kelompok ini mengaku punya ID Sistem Keuangan Desa atau siskeudes, ID didapat dari OPD terkait, karenanya kami langsung berkoordinasi dengan dinas tersebut, meminta penjelasan,” kata Parlan.

Oknum LSM ini kata Parlan, mengaku memiliki akses ke siskeudes tersebut, dan bisa mendapatkan dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepala desa. Hal itu juga kata Parlan, yang dikonfirmasi ke OPD terkait.

Ada kekhawatiran, jika akses ke siskeudes tersebut bisa dilakukan secara bebas oleh orang tak bertanggungjawab, akan banyak kepala desa yang menjadi korban. Dari 11 Desa di Kecamatan Sendang kata Parlan, enam desa menjadi korban dimintakan uang.

Desa Picisan kata dia, terbanyak yakni, Rp25 juta, Desa Geger Rp5 Juta, dan masing-masing Rp4 juta dikeluarkan oleh Desa Nglutung, Talang, Dono dan Kedoyo. Sisanya, lima desa, yakni Desa Nyawangan, Tugu, Sendang, Krosok dan Tugu kata Parlan, tidak memenuhi permintaan tersebut.

Rata-rata, kepala desa yang didatangi, merupakan pejabat yang baru menjabat.

Sementara itu, Kepala Desa Picisan, Muselam mengakui, oknum LSM tersebut datang menyampaikan bahwa, ada data yang tidak sama antara LPJ dengan realisasi. Saat ditanya lebih jauh, oknum ini mengancam dan menyebut telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Saya tanya balik ke mereka, apa kesalahan kami dalam pembuatan SPJ itu, tapi mereka mengaku sudah melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum,” ujar Muselam, Senin (07/09/2020).

Saat itu Muselam mengaku, ingin tahu lebih banyak data mana yang dimaksud oknum tersebut. Namun disaat bersamaan kata Muselam, Bendahara Desa khawatir bahkan takut akan terjadi apa-apa. Sehingga, ada upaya mediasi persoalan itu dengan cara baik-baik.

“Komunikasi dilakukan, dan oknum LSM meminta uang damai, Rp40 juta, kami tawar hingga disepakati Rp25 juta, saya juga baru menjabat Kepala Desa, saya penuhi permintaan mereka bukan karena kami salah, tapi agar persoalan ini bisa segera selesai,” ujar Muselam.

Kejadian ini kemudian laporkan ke Camat Sendang dan Asosiasi Kepala Desa. (Sururi)