Dear Pak Gubernur, Dunia Usaha Setuju PSBB Diperpanjang Tapi Butuh Kelonggaran

Dear Pak Gubernur, Dunia Usaha Setuju PSBB Diperpanjang Tapi Butuh Kelonggaran

17/05/2020 15:52 0 By Alex
Apindo Gorontalo

Ketua Apindo Gorontalo Soeharto Puluhulawa (kanan). (f. dok)

Hulondalo.id – Keputusan Pemerintah Provinsi Gorontalo terkait perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) rencananya akan diumumkan besok, Senin (18/5/2020).

Berbagai pertimbangan mulai dari Gorontalo diapit oleh zona merah dan menimbang mobilitas masyarakat sepekan menjelang lebaran Idul Fitri akan menjadi penentu. Namun di sisi lain, perekonomian juga harus tetap berputar agar dunia usaha tidak benar-benar gulung tikar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gorontalo, Soeharto Puluhulawa mengakui bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menerapkan PSBB, bahkan jika nantinya PSBB jadi diperpanjang.

Utamanya terkait dengan pintu masuk Gorontalo yang harus lebih diperketat. Pasalnya, penyebaran Covid-19 di Gorontalo berasal dari klaster dari luar.

“Ini adalah suara dari dunia usaha. Mereka mendukung PSBB, tapi kali ini mereka butuh pelonggaran. Pintu masuknya (perbatasan) ditutup, tapi di dalam tetap ada geliat,” ujar Soeharto kepada Hulondalo.id, Ahad (17/5/2020).

Menurut dia, pelonggaran-pelonggaran yang dimaksud di antaranya adalah pembukaan pasar mingguan hingga menambah jam operasional pertokoan. Meski ada pelonggaran, protokol kesehatan Covid-19 harus tetap menjadi hal wajib saat berada di tempat-tempat umum. Bahkan, bila perlu diterapkan sanksi tegas.

“Seperti pasar mingguan, kasihan juga mereka punya lapak langganan dari distributor. Kalau barang mereka tidak jalan, menumpuk utang mereka. Utang-utang distributor juga sekarang macet semua,” ucap Soeharto.

“Toko-toko juga. Kalau dibatasi bukanya sampai jam 5 sore, dia harus siap-siap tutup 1 jam sebelumnya. Jam-nya kan jadi lebih terbatas,” sambung ekonom Gorontalo itu.

Organisasi gabungan pengusaha itu pun menyambut baik upaya pemerintah agar pasar tetap dibuka dengan memanfaatkan aplikasi belanja online.

Namun menurutnya, rata-rata para ibu rumah tangga tidak puas karena barang belanjaan kurang bagus, terutama barang pangan dari petani. Selain itu, tidak semua pedagang di Gorontalo melek teknologi.

“Ini sudah baik, tapi perlu lagi ada penyesuaian-penyesuaian karena ke depan dunia sudah mengarah ke sana semua (era digital),” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat pun terus mengeluarkan stimulus agar perputaran ekonomi tetap berlangsung meski di tengah pandemi Covid-19. Salah satu yang terbaru adalah pencairan THR alias tunjangan hari raya.

“Uang dari pemerintah ada. THR sudah cair. Tapi kalau dibatasi, uangnya tidak bisa keluar (dibelanjakan), bagaimana?,” pungkasnya.(Alex)