Dear Warga Gorontalo, Vaksin Sinovac Punya Izin BPOM dan Fatwa Halal: Apalagi yang Ditunggu?

Dear Warga Gorontalo, Vaksin Sinovac Punya Izin BPOM dan Fatwa Halal: Apalagi yang Ditunggu?

12/01/2021 20:10 0 By Alex

Vaksin Sinovac

Suasana dialog Radio Suara RH tentang kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Gorontalo yang berlangsung di rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Selasa (12/1/2021). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mensukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, vaksin Covid-19 ini telah memiliki izin penggunaan darurat dari BPOM dan juga fatwa halal dari MUI. Vaksin ini aman, manjur dan berkualitas. Sehingga itu, saya imbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan vaksinasi ini dengan baik,” kata Idris pada dialog kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Radio Suara RH, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dikeluarkan oleh BPOM RI. Berdasarkan data BPOM, vaksin Covid-19 sinovac ini memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3%.

Hasil ini diperoleh berdasarkan uji klinis tahap ketiga terhadap 1.600 sukarelawan yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala BPOM Provinsi Gorontalo, Agus Yudi Prayudana mengatakan, tingkat efikasi tersebut berada di atas batas minimal yang dipersyaratkan oleh WHO, yaitu sebesar 50%.

Selain dari tinjauan efikasi, BPOM juga sudah memastikan bahwa vaksin Sinovac aman digunakan karena tidak memiliki efek samping yang fatal.

“Angka efek samping yang muncul di bawah 1%. Jadi standar efikasi sudah tercapai, standar aman juga sudah tercapai, termasuk standar mutu yang diterapkan oleh Bio Farma sudah memenuhi kaidah,” jelas Yudi.

Lebih terang lagi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung menuturkan, sesuai ajaran agama Islam setiap barang yang dimasukkan ke dalam tubuh harus memenuhi 2 syarat, yaitu halal dan toyib atau bermanfaat.

Aspek halalnya, kata Syafrudin, sudah terpenuhi dengan diterbitkannya Fatwa MUI Nomor 02 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac. Untuk toyib atau kemanfaatannya, lanjut Syafrudin, Kemenag berpegang pada hasil kajian BPOM yang telah menerbitkan EUA.

“Dari sini, Kemenag melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal memastikan kemanfaatannya sudah terpenuhi. Ini tidak boleh menjadi polemik karena MUI sudah menyatakan halal dan BPOM sudah menjamin kemanfaatannya,” kata Syafrudin.

“Vaksin ini adalah ikhtiar pemerintah bagi kemaslahatan rakyat dan Rasulullah SAW dalam satu hadist memerintahkan umatnya untuk berobat ketika sedang sakit,” sambung dia.

Jika tak ada aral melintang, vaksinasi Covid-19 akan digelar serentak besok, Rabu (13/1/2021). Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang akan divaksin. Sementara di daerah, adalah para kepala daerah baik gubernur, bupati maupun walikota.(adv/alex)