Demo Omnibus Law Rusuh, Dua Wartawan Diminta Hapus Gambar saat Meliput

Demo Omnibus Law Rusuh, Dua Wartawan Diminta Hapus Gambar saat Meliput

12/10/2020 21:12 0 By Syakir

Demo tolak Omnibus Law di Simpang Lima Kota Gorontalo, Senin (12/10/2020).

Hulondalo.id – Bentrok aparat dengan demonstran pecah, saat Demo Omnibus Law di Kota Gorontalo, Senin (12/10/2020). Sejumlah mahasiswa yang dituding provokator diamankan polisi. Nasib sial dialami dua wartawan yang mengaku diintimidasi oknum polisi saat sedang meliput.

Arfandi Ibrahim dari Liputan6 salah satunya. Dia mengaku, dilarang mengambil gambar penangkapan sejumlah mahasiwa yang diduga memprovokasi.

“Saya diminta suruh hapus, polisi yang berseragam lengkap itu bilang hapus, hapus itu gambar. Katanya kami wartawan memberitakan secara tidak berimbang. Karena oknum itu terus memaksa, maka gambar terpaksa saya hapus,” ujar Arfandi, seperti dilansir read.id.

Hal serupa juga dialami Agung wartawan kronologi.id. Sama seperti wartawan liputan6, Agung juga mengaku diintimidasi saat ambil gambar seorang mahasiswa yang terluka saat bentrok dengan polisi.

“Saya sudah mengatakan ke polisi, saya ini wartawan, kenapa disuruh hapus. Namun, oknum polisi itu tetap bersikeras untuk segera menghapus gambar yang ada didalam kamera saya. Ada sejumlah foto yang sempat saya hapus,” ungkap Agung, yang juga mengungkap kalau rekannya satu media atas nama Hamdi, juga juga ditangkap polisi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan mencari tahu kebenaran penangkapan ataupun intimidasi terhadap wartawan.

“Kami meminta maaf kepada teman-teman media. Yang jelas tindakan Polri dalam aksi ini sudah sesuai SOP untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Untuk wartawan yang ditangkap, kami masih cek apakah dia terlibat langsung atau ada kesalahpahaman di lapangan karena salah sasaran,” jelas Wahyu saat diwawancarai awak media di lokasi aksi unjuk rasa.

Wahyu juga mengaku, sejumlah mahasiswa juga turut diamankan karena dianggap melakukan provokasi sehingga berujung bentrok.

“Ada sejumlah massa yang kita anggap provokator sudah diamankan di Polda Gorontalo. Kita akan tindaklanjuti lagi, kita akan data dan kita akan lakukan rapid test,” ujar Wahyu. (zhk)