Demo Ribuan Perawat Gorontalo, Minta Dibuatkan Perda Perlindungan Perawat

09/10/2019 12:37 0 By Yadin

Demo ribuan perawat Gorontalo, Rabu (9/10/2019).

Hulondalo.id – Ribuan perawat yang tergabung dalam persatuan perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Gorontalo menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Rabu (9/10/2019).

Aksi damai tersebut dilaksanakan secara berurutan di tiga tempat berbeda yakni dari perlimaan Telaga, kantor DPRD provinsi serta kantor Gubernur Gorontalo. Aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk solidaritas dan rasa simpati kepada teman sejawat yang mengalami masalah hukum yakni dugaan malpraktek di Provinsi Lampung.

Dalam aksi damai tersebut juga, ribuan perawat meminta kepada pemerintah daerah maupun DPRD untuk melindungi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam bentuk perda.

“Kami ingin perawat dilindungi. Sekarang ini banyak timbul kekerasan-kekerasan terhadap perawat, sehingga kami menuntut kepada pemerintah daerah maupun DPRD provinsi untuk dibuatkan perda perlindungan perawat,” pinta Ketua PPNI Gorontalo, Rhein Junaid sekaligus koordinator aksi.

Selain itu lanjut Rhein, pemerintah daerah dan DPRD dapat membuat perda 1 desa 1 perawat.
“Ini kami tuntut agar supaya perawat yang ada di desa dapat membantu pelayanan yang ada di masyarakat,” sambungnya.

Rhein juga meminta kepada pemerintah daerah maupun DPRD agar  memperhatikan kesejahteraan perawat berupa jasa pelayanan dan honor yang belum dibayarkan akibat keterlambatan pembayaran BPJS.

“Kami dituntut untuk bersikap profesional, sementara honor kami belum dibayar, kami berharap masalah ini segera dapat dicarikan solusi,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Asisten Pemerintahan Provinsi Gorontalo, Syukri Botutihe sangat mengapresiasi aksi dari PPNI Gorontalo dan berjanji akan menindaklanjuti hasil tuntutan tersebut untuk disampaikan ke gubernur.

“Ini akan disampaikan ke pak gubernur, terutama regulasi tentang perlindungan perawat dan kesejahteraan perawat, karena ujung tombak pelayanan kesehatan adalah perawat,” akunya di hadapan massa aksi.

“Sektor kesehatan merupakan program unggulan dari NKRI, sehingga hal ini tentu akan menjadi perhatian dari pak gubernur. Saya harapkan ini akan cepat terealisasi,” terang Syukri.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pemerintah daerah dan DPRD, massa aksi membubarkan diri dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing. (jeff)

Galeri demo

loading...