Desa Terpadat di Dunia itu Bernama Desa Jayabakti

Desa Terpadat di Dunia itu Bernama Desa Jayabakti

24/11/2020 22:27 0 By Alex

Desa Jayabakti suku bajo

Foto: Arlank Pakaya

Oleh: Mario Nurkamiden, Pokja Desa UNG

Namanya Desa Jayabakti.

Bila kau pernah dengar suku Bajo, suku laut yang tersebar di sudut-sudut pesisir nusantara itu, maka di sinilah salah satu kelompok mereka bermukim. Jayabakti terletak di suatu pesisir di daerah Pagimana, Banggai, Sulawesi Tengah.

Cerita Jaya Bakti dimulai sejak kedatangan komunitas suku Sama atau Bajoe di kawasan Teluk Tomini dan Nusantara. Desa Torsiaje (Pohuwato), Desa Bajo (Boalemo) dan Jaya Bakti (Banggai) adalah destinasi tinggal mereka hingga saat ini.

Memang bagi suku Bajoe laut merupakan habitat sesungguhnya untuk kelangsungan hidup. Sehingga menurut suku Bajoe, dekat dengan laut berarti dekat dengan Rezeki. Deburan ombak merupakan pengantar tidur paling mujarab bagi mereka.

Desa Jayabakti suku bajo

Foto: Arlank Pakaya

Jayabakti memiliki luas wilayah 14.597 KM2. Suku Bajoe telah mendiami desa yang kini memiliki Populasi 5022 jiwa itu sejak tahun 1817.

Saat ini tercatat ada 1.322 kepala keluarga yang mendiami desa Jayabakti. Wow, sangat padat memang ketika kita melihat rasio luas wilayah dan jumlah penduduknya. Itu disebabkan karena satu rumah bisa dihuni oleh lima sampai tujuh kepala keluarga loh, guys.

Kepadatan desa Jaya Bakti terkenal di seluruh belahan dunia. Bahkan beberapa artikel menyebutkan Jaya Bakti adalah desa terpadat di dunia.

Desa Jayabakti suku bajo

Foto: Arlank Pakaya

Biru laut menyatu dengan langit, membuka tabir keindahan yang begitu menarik memanjakan mata. Warna atap rumah yang kecokelatan kontras sekali dengan birunya samudera. Tanaman bakau tumbuh subur di bibir pantai.

Sudut demi sudut kami sempat jelajahi bersama kepala desa, pak Nurlan During yang begitu ramah. Sambil jalan, beliau menjelaskan kepada kami tentang kehidupan sosial masyarakat dan semua keunikan yang ada dikampung Ini.

Jatuh cinta dengan Desa Jayabakti sangatlah mudah. Walau terik, harus kita akui desa ini begitu menarik. Terutama soal keyakinan warganya menempuh jalan hidup yang bergantung pada laut.

Desa Jayabakti suku bajo

Foto: Arlank Pakaya

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai Kampus yang fokus terhadap pengembangan kawasan pedesaan di teluk Tomini  dan Indonesia Bagian Utara akan terus melakukan pendampingan dalam peningkatan SDM dan menjaga entitas masyarakat di kawasan ini.

Menyebut desa berarti sangat dekat dengan rakyat. Maka kampus kerakyatan, sebagaimana yang pernah dikatakan pak Rektor Eduart Wolok, bukan saja jargon, tapi juga pilar penting bagi UNG di masa akan datang.(*)