Di Depan Jokowi, Gubernur Gorontalo Paparkan Kekompakan Tangani Covid-19

Di Depan Jokowi, Gubernur Gorontalo Paparkan Kekompakan Tangani Covid-19

16/07/2020 00:23 0 By Alex
Gubernur Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menuju Istana Bogor, Jawa Barat saat diundang Presiden Joko Widodo, Rabu (15/7/2020). (F. Zakir/BPPG).

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjadi satu dari 3 gubernur yang diberikan kesempatan untuk menceritakan kekompakan penanganan Covid-19 di daerah, langsung kepada Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Diundangnya Gubernur Rusli Habibie menyusul Gorontalo masuk dalam 5 besar terbaik penanganan Covid-19 terbaik di Indonesia. Selain Provinsi Gorontalo, ada juga Aceh, Sumatera Barat, Yogyakarta hingga Bangka Belitung.

Selain Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, pada kesempatan itu Presiden Jokowi juga mengundang Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie yang bertatap muka dengan Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri.

“Penanganan Covid-19 ini pak presiden, kita harus kompak dan bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota sampai ke tingkat desa. Termasuk teman-teman Forkopimda. Itu yang kami lakukan di Gorontalo,” lapor Rusli kepada Jokowi.

Kekompakan tersebut, lanjut Rusli, tidak saja membuat suatu pekerjaan menjadi ringan, tetapi juga terdistribusi dengan baik.

Semua merasa dilibatkan dan memiliki tanggung jawab sesuai dengan kewenangan masing-masing. Namun yang lebih penting lagi, sambung Rusli, tidak saling menyalahkan satu dengan lainnya.

“Kita sangat kompak antara Forkopimda, bupati dan walikota. Apabila ada sesuatu terjadi kita bahas lewat vicon maupun rapat tatap muka demi mencari solusi, jadi tidak saling menyalahkan. Bahkan penganggarannya kita sharing (antar provinsi dan kabupaten/kota),” lanjur Rusli.

Namun demikian, Gubernur Rusli Habibie memberi masukan kepada Presiden Jokowi terkait data penerima bantuan sosial.

Rusli pun meminta pemerintah pusat segera memperbaiki data untuk berbagai bantuan. Data yang tidak diperbaharui secara berkala banyak menimbulkan masalah di tingkat bawah.

“Begitu juga dengan bantuan. Itu BLT dan segala macam, kalau diberi uang, maka uang semua. Jangan ada uang, ada sembako,” saran dia.(adv/alex)