Di Pilkades Luluo, Petahana Dikalahkan Seorang Nelayan

Di Pilkades Luluo, Petahana Dikalahkan Seorang Nelayan

07/05/2021 23:40 0 By Syakir

Kepala Desa Luluo terpilih, Ruslan Latif

Hulondalo.id – Dalam politik, semua bisa terjadi. Sikap seolah merasa di atas angin, bisa menjadi penyebab kekalahan. Contoh terkecil bisa dilihat di Pilkades Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Kontestan yang dianggap lemah, justru keluar sebagai pemenang pilkades.

Ruslan Latif namanya, Kepala Desa (Kades) Luluo, Kecamatan Bilihu, Kabupaten Gorontalo itu tak menyangka menjadi kepala desa di Luluo. Wajar, saat ikut pilkades, calon petahana juga ikut mencalonkan diri.

Pria biasa disapa Paman Taki itu, diremehkan warga setempat. Karena dirinya hanya seorang nelayan biasa dan berpenghasilan pas-pasan. Sehingga, dianggap tak bisa memimpin Desa Luluo.

Berbagai hinaan pun dirinya terima saat mengikuti kontestan Pilkades serentak Kabupaten Gorontalo. Namun, hal itu tak membuat dirinya menyerah untuk menjadi orang nomor satu di desanya.

Berbekal niat memajukan desa, serta dorongan dari keluarga dan teman-temannya, Paman Taki membulatkan tekadnya untuk maju dalam kontestasi.

Berbagai cara dilakukan untuk meraih simpatisan masyarakat agar memilih dirinya. Mulai dari tawaran program unggulan salah satunya peningkatkan kesejahteraan nelayan, serta menggiatkan lagi kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat.

“Saya tak menyangka menjadi kepala Desa Luluo. Ini semua adanya dukungan keluarga dan teman-teman hingga saya sampai pada ke titik ini,” ucap Paman Taki, usai pelantikan Kades di Kasmat Lahay, Kamis (06/05/2021).

Pria 42 tahun itu mengakui dirinya selalu diremehkan warga saat mengikuti perhelatan Pilkades serentak. Karena sebagai nelayan dan berpenghasilan pas-pasan. Sementara dirinya melawan sang petahana.

“Memang saya selalu diremehkan, dan lawan saya di pilkades adalah Petahana yang tentunya telah banyak membangun desa ini. Tapi berkat dukungan semua pihak, saya terpilih menjadi kades Luluo. Ke depan program saya fokus pada pembangunan desa serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Paman Taki. (opin)