Dialog Kebangsaan Bersama Milenial, Jaharudin: Penentu Arah Demokrasi Kedepan

Dialog Kebangsaan Bersama Milenial, Jaharudin: Penentu Arah Demokrasi Kedepan

03/04/2019 01:57 0 By Alex

dialog kebangsaan

Sekertaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba saat membuka Dialog Kebangsaan bersama sejumlah narasumber yang digelar di Tip Top Cafe, Selasa (2/4/2019) malam.

Hulondalo.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Cipayung Plus Provinsi Gorontalo menggelar Dialog Kebangsaan yang bertempat di Tip Top Cafe, Jalan Jenderal Sudirman, Selaas (2/4/2019) malam.

Adapun organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus Provinsi Gorontalo antara lain, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Kesatuan Mahasiwa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

Tema yang dikupas dalam dialog tersebut mengenai bagaimana menyikapi potensi konflik komunal dan penanaman nilai-nilai demokrasi di tahun politik 2019.

Dalam dialog kebangsaan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba ini juga menghadirkan beberapa Narasumber yang terdiri dari kalangan Kepolisian hingga Akademik. Salah satunya ialah Kepala Bawaslu Provinsi Gorontalo, Jaharudin Umar.

Dikatakan Jaharudin, pihaknya sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Sebab, peserta dari kegiatan didominasi oleh generasi milenial yang terdiri dari unsur mahasiswa dan pelajar.

Disampaikan Jaharudin pula bahwa seperti yang telah diketahui angka pemilih milenial pada tahun politik 2019 ini sangat besar yakni mencapai 51 persen.

“Dari 800 Ribu lebih pemilih di Gorontalo, separuh Milenial sangat menentukan arah demokrasi kedepan,” tutur Jaharudin.

Momentum ini pun dimanfaatkan Jaharudin untuk memberikan edukasi kepada para pemilih Millenial bahwa mereka sangatlah potensial bagi para kontestan-kontestan yang akan berkompetisi di pesta demokrasi 17 April mendatang. Terlebih, generasi milenial yang juga dianggap sebagai generasi ketiga dalam demokrasi yang penggunaan hak suaranya dipengaruhi oleh media sosial.

“Kalian para pemilih Millenial ini sangat diincar oleh para kontestan sehingga nilailah kontestan dengan melihat track record bukan dengan pragmatis. Terlebih sekarang sudah ada media sosial, maka manfaatkanlah media sosial tersebut untuk berperan dalam pesta demokrasi mendatang,” tuturnya.(Tri/2)