Diduga Berikan Keterangan Palsu, Tim NDH Laporkan Robin Bilondatu ke Polisi

Diduga Berikan Keterangan Palsu, Tim NDH Laporkan Robin Bilondatu ke Polisi

15/10/2020 21:08 0 By Maman

Tim Pemenangan NDH saat melapor ke Polres Gorontalo. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Diduga memberikan keterangan palsu, Tim Pemenangan Nelson Pomalingo-Hendra Hemeto (NDH), melaporkan Robin Bilondatu ke Polres Gorontalo.

Anggota tim pemenangan NDH, Mey Kiraman mengatakan, laporan ke Polres Gorontalo ini, terkait dugaan keterangan palsu di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, tentang pemberian bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gorontalo.

Pengakuan yang bersangkutan di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, dan kantor KPU Kabupaten Gorontalo, berbeda. Meys menduga, yang bersangkutan telah mengetahui adanya pemberian bantuan ini sejak tanggal 18 September 2020, bukan tanggal 30 September 2020 seperti disampaikan saat diwawancarai media di Kantor KPU Kabupaten Gorontalo.

Tanggal 18 September 2020 kata Meys, yang bersangkutan memberikan komentar disalah satu grup aplikasi whatsapp, yang memuat link pemberitaan salah satu media online, berita pemberian bantuan tersebut.

“Dia memberikan komentar di grup whatsapp itu, nanti kita buktikan apakah ini memenuhi syarat atau tidak, ada jejak digitalnya,” terang Meys, Kamis (15/10/2020).

Karenanya kata Meys, diduga Robin Bilondatu mengaku di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, mengetahui kejadian tersebut tanggal 30 September 2020. Namun, yang bersangkutan telah mengomentari berita digrup Whastapp tanggal 18 September 2020.

“Kemungkinan yang bersangkutan sudah mempelajari pasal yang akan disangkakan kepada Calon Bupati, Nelson Pomalingo. Atas keterangan palsu itu, Nelson Pomalingo merasa dirugikan. Karena dari hasil keterangannya, Bawaslu mengeluarkan rekomendasi pelanggaran administrasi pemilu yang diduga dilakukan oleh Calon Bupati Nelson Pomalingo ke KPU Kabupaten Gorontalo,” jelas Meys.

Jika merujuk ke Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2020, pasal 2 ayat 4, tentang masa jenjang 7 hari sejak diketahui, maka laporan yang bersangkutan sudah kadaluarsa. Sebab kata Meys, yang bersangkutan mengetahui acara itu tanggal 18 September 2020.

“Sehingganya, ini yang kami nilai janggal,” tandas Meys.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Moh. Nauval Seno membenarkan adanya laporan terhadap Robin Bilondatu. Laporan itu kata dia, akan segera ditindak lanjuti.

“Kami akan lakukan penyelidikan,” tutup Naoval. (Opin)