Diduga Korupsi Dana Desa, Oknum Kades di Monano Resmi Ditahan Polisi

Diduga Korupsi Dana Desa, Oknum Kades di Monano Resmi Ditahan Polisi

06/07/2019 00:45 0 By Alex

Oknum kades di Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara berinisial AS (baju orange) saat memasuki ruang tahanan Polres Gorontalo, Jumat (5/7/2019). AS ditahan karena diduga melakukan korupsi dana desa Tahun Anggaran 2018.

Hulondalo.id – Seorang oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) berinisial AS resmi ditahan jajaran Polres Gorontalo, Jumat (5/7/2019). Sebelumnya AS ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa Tahun 2018 dengan kerugian negara ratusan juta rupiah.

“Iya benar, berdasarkan Surat Perintah Penahanan: No.SP Han/48/VII/2019/ Reskrim tanggal 5 Juli 2019, yang bersangkutan sudah resmi ditahan,” ungkap Kapolres Gorontalo, AKBP Dafcoriza SIK MSc.

Dalam rangkaian penyidikan Polres Gorontalo, tersangka AS diduga mengambil alih semua pekerjaan yang menggunakan dana desa dikerjakan sendiri tanpa melibatkan fungsi aparat desa terkait lainya. Kemudian diduga oknum kades mengerjakan setiap item pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis dan mekanisme pengelolaan dana desa setelah mengambil anggaran dana desa dari tangan bendahara.

“Yang bersangkutan mengerjakan pembangunan fisik yang tidak sesuai dengan RAB dan gambar. Selain itu ada pekerjaan fiktif yang tidak dapat menunjukkan SPJ dari kegiatan pembangunan fisik lainnya menggunakan dana desa 2018,” kata Dafcoriza.

Sementara berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Gorontalo, kerugian negara akibat perbuatan tersangka AS mencapai Rp 192,23 Juta dari anggaran dana desa Tahun 2018 sebesar Rp 693,28 Juta untuk 7 item program/kegiatan.

Rinciannya, pembanguan saluran Rp 189.749.250, pembangunan rumah sehat Rp 162.991.000, pembangunan 10 unit jamban Rp 51.358.000, pembangunan balai pertemuan Rp 23.332.000, pembangunan penerangan jalan Rp 112.500.000, penyertaan BUMDes Rp 147.508.400 dan kegiatan bimtek Rp 6.000.000.

Pada kasus tersebut, polisi menjerat tersangka AS dengan pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1), (2), (3), UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Tersangka sementara akan ditahan di rumah tahanan Polres Gorontalo selama 20 hari kedepan untuk kepentingan lebih lanjut,” pungkas Dafcoriza.(Yadin)