Diduga Lakukan Penipuan, Owner Mitra Gorontalo Ini Dijebloskan ke Penjara

Diduga Lakukan Penipuan, Owner Mitra Gorontalo Ini Dijebloskan ke Penjara

19/02/2020 20:50 0 By Alex

Proses pelimpahan berkas perkara tersangka RL (tengah-kemeja putih) di Kejaksaan Tinggi Gorontalo atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan, Senin (17/2/2020).

Hulondalo.id – Polda Gorontalo menetapkan seorang pengusaha ternama di Gorontalo berinisial RL sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan.

RL dilaporkan oleh pihak distributor PT Grace Saniter Keramika Indonesia karena diduga tidak membayar pesanan keramik granit senilai Rp 237,2 Juta. Kini, owner Mitra tersebut telah ditahan oleh pihak Kejaksaan setelah berkas perkaranya dinyatakan P-21, Senin (17/2/2020).

Kasubdit II Dit Reskrimum Polda Gorontalo AKBP Donny Arief Praptomo SIK MH menjelaskan, awalnya RL memesan keramik jenis granit kepada PT Grace Saniter Keramika Indonesia, masing-masing merek Natrin ukuran 600×600 mm NA6000 sebanyak 980 Box, NA6209 sebanyak 320 Box, NA6083 sebanyak 320 Box dan NA6089 sebanyak 320 Box. Nilainya mencapai Rp 237.139.179,-.

Keramik tersebut pun diterima sesuai pesanan oleh perusahaan milik RL di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, dibuktikan dengan 2 lembar surat jalan dan 2 lembar invoice. Setelah pesanan diterima, kedua belah pihak membuat kesepakatan bahwa RL harus membayar barang tersebut 30 hari setelah barang diterima, atau selambat-lambatnya 2 bulan.

“Tapi setelah keramik itu dijual seluruhnya, RL belum melunasinya kepada PT Grace Saniter Keramika Indonesia dengan alasan masih digunakan untuk operasional perusahaan milik RL,” kata AKBP Donny Arief Praptomo SIK MH.

Karena belum bisa melunasinya, perusahaan RL pun membuat surat pernyataan akan melunasinya sesuai waktu yang ditentukan. Namun hingga kini, RL belum bisa memenuhi janjinya tersebut sehingga PT Grace Saniter Keramika Indonesia mengadukannya kepada pihak yang berwajib.

“Tersangka RL dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP. Saat ini, tersangka sudah ditahan pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo setelah berkasnya dilimpahkan dan dinyatakan P21,” tandasnya.(Jeff)