Diguyur Hujan, Pemukiman Warga Desa Mohungo Terendam Banjir

Diguyur Hujan, Pemukiman Warga Desa Mohungo Terendam Banjir

06/01/2021 19:41 0 By Editor

Pemukiman warga Desa Mohungo Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo tergenang banjir.(F.Rifal/Hulondalo.id)

Hulondalo.id – Hujan deras seharian menguyur wilayah Kabupaten Boalemo menyebabkan sejumlah desa tergenang banjir, Rabu (6/1/2021).

Diantaranya terjadi di Desa Mohungi dan Lamu Kecamatan Tilamuta. Di Mohungo sendiri sedikitnya ada 3 dusun tergenang. Menurut salah seorang warga yang tinggal di Dusun Tiga Keramat diwawancarai hulondalo.id menyampaikan, setiap curah hujan turun di daerahnya pasti terjadi luapan banjir. Itu lantaran minimnya fasilitas drainase atau saluran. Akibatnya, luapan air dari pegunungan langsung masuk areal pemukiman warga.

“Setiap hujan deras selalu saja banjir. Air dari aliran pegunungan meluap hingga masuk ke rumah warga. Pernah ketinggiannya sampai bagian pinggang orang dewasa,” ungkap ibu rumah tangga yang enggan memberikan identitas itu.

Dia juga menambahkan, sejauh ini pemerintah belum pernah membangun sarana drainase di Dusun Keramat.

Sementara Pemerintah Desa Mohungo melalui Kepala Seksi Pemerintahan, Rusni Abdullah menyampaikan bahwa pemerintah desa sudah mengusulkan untuk di buat tanggul di dusun sering kali terkena banjir.

“Tahun 2020 kemarin sudah di usulkan pembuatan saluran air, tetapi kendalanya pada pembebasan lahan. Ada masyarakat yang tidak mengizinkan lahanya untuk pembangunan, sehingga tidak sampai dilaksanakan,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, alasan masyarakat tidak memberikan lahannya lantaran terinformasi tidak ada ganti rugi lahan.

“Kami juga sudah mengusulkan ke pemerintah melalui Balai Sungai, namun yang di setujui hanya pembangunan aliran air. Sementara untuk pembebasan rumah warga terkena pembangunan tidak ada ganti ruginya,” terang Rusni.

Sejauh ini ada dua dusun di Mohungo sering kali terkena banjir dengan penduduk kurang lebih 100 KK kerap kali jadi korban genangan banjir. Bahkan, sedikitnya 10 KK ikut terendam.

“Kami juga dari pemerintah desa membuat aliran kecil, tapi tidak mampu menampung debit air, dan sekarang kami mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan juga membuang sampah pada tempatnya,” tutup Rusni Abdullah.(MG-03)