Dihadapan Mahasiswa Baru UNG 2021, Marten Papar Perkembangan & Penanganan Covid-19

Dihadapan Mahasiswa Baru UNG 2021, Marten Papar Perkembangan & Penanganan Covid-19

12/08/2021 14:14 0 By Maman

PKKMB UNG Walikota Marten

Walikota Gorontalo, Marten Taha saat memaparkan perkembangan Covid-19 di Kota Gorontalo dihadapan Mahasiswa baru UNG secara virtual. (F.Inkri)

Hulondalo.id – Walikota Gorontalo, Marten Taha memaparkan perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kota Gorontalo, dihadapan mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang mengikuti Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2021.

Per tanggal 11 Agustus 2021 kata Walikota, positif covid-19 sebanyak 3.725 kasus. Masing-masing kasus aktif sebanyak 525, sembuh 3.080 dan meninggal 120 orang.

Di Kota Gorontalo khususnya kata Marten, terjadi fluktuasi trend kasus positif pada bulan Agustus mulai dari tanggal 1-11 Agustus. Masih diatas rata-rata 50 orang perharinya.

“Jadi kita melakukan upaya ekstra mulai dari hulu ke Hilir dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di Kota Gorontalo,” ungkap Walikota Kamis (12/8/2021).

Marten juga menjelaskan, salah satunya dalam melakukan pencegahan ini adalah upaya vaksinasi bagi masyarakat. Vaksin ini adalah ikhtiar, metode untuk memperkuat kekebalan tubuh atau Herd Immunity.

Hingga kini kata Marten, 37% masyarakat Kota Gorontalo sudah tervaksinasi Covid-19. Dia mengakui, ini masih rendah. Sebab, masyarakat belum terlalu peduli dengan vaksinasi.

“Maka, giat vaksinasi bagi masyarakat terus digencarkan dan membentuk sinergitas bersama semua pihak tanpa terkecuali,” ujarnya.

Lanjut kata Marten, vaksin dosis pertama sudah mencapai 59.527 orang. Dosis kedua 37.476 orang, dari sasaran 159.606 dosis vaksin yang akan didistribusikan ke masyarakat Kota Gorontalo.

Ada 5 kelompok yang menjadi sasaran vaksinasi yakni, tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat umum, lansia dan usia 12-17 tahun.

Dia menambahkan, sosialisasi secara masif sudah dilakukan, namun masih banyak yang belum mematuhi protokol. Sehingganya kata Walikota, perlu ada tindakan tegas terhadap mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sesuai instruksi Mendagri RI kata Walikota lagi, Kota Gorontalo menerapkan PPKM level 3 dan semua tempat keramaian baik pasar tradisional, tempat ibadah dan mall harus dibatasi pengunjungnya, waktu operasional ditetapkan oleh pemerintah.

“Penanganan Covid-19 di Kota Gorontalo sesuai dengan prosedur, dan ini bentuk sinergitas kita semua, selalu menindaklanjuti intruksi Kemendagri dalam menerapkan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia,” bebernya. (Inkri/Adv/Hulondalo.id)