Dikes Keliru Tempatkan Dokter, Sekda Gorut Terancam kena Getahnya

14/01/2020 22:57 0 By admin

Sekda Kabupaten Gorut Ridwan Yasin saat mengumpulkan seluruh pegawai Dinas Kesehatan Gorut, dalam rangka tindak lanjut temuan BPK, Selasa (14/1/2020).

Hulondalo.id – Meski ini terjadi sebelum Ridwan Yasin menjabat Sekda Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), tapi dirinyalah yang terancam kena sanksi, gara gara kekeliruan dalam penempatan Dokter Nusantara Sehat. Tidak tanggung tanggung sanksinya ada yang berupa kurungan badan.

Saat bertandang ke Dinas Kesehatan Gorut, Selasa (14/1/2020), Sekda Ridwan Yasin membeberkan ikhwal persoalan sebenarnya. Jadi, sebelumnya Ridwan menerima surat dari Bupati, terkait rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jadi dalam rekomendasi BPK itu, Sekda diminta melakukan mutasi sesuai berdasarkan kebutuhan dan asas tujuan. Tenyata BPK menemukan, kekeliruan dalam penempatan Dokter Nusantara Sehat sebagai bagian dari program nasional. Proses penentuan penempatan dilakukan oleh dinas kesehatan itu sendiri.

Padahal sejatinya kata Ridwan, Dokter Nusantara Sehat itu ibarat pegawai tidak tetap alias PTT. Mereka masih dokter yang bisa ditempatkan di mana saja.
“Oleh Dinas Kesehatan dilakukan penempatan tidak sesuai ketentuan dan tidak diketahui oleh sekretaris daerah,” tukasnya.

Untuk menindak lanjuti hal itu kata Ridwan, dirinya mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorut dan meminta mereka segera memenuhi apa yang tertuang dalam rekomendasi BPK itu. Karena jika tidak, maka akan diberi sanksi berupa penjara enam bulan atau denda lima ratus juta.

“jadi bayangkan bapak, ibu semua mutasi yang tidak pernah saya tahu, tapi sanksinya ke saya, sanksinya ke sekretaris Daerah, oleh karenanya ini menjadi pengalaman kita kedepan,” ujarnya lagi.

Ridwan menegaskan kepada dinas terkait untuk segera memenuhi dokumen dokumen yang diminta oleh BPK itu. Ridwan mengingatkan, dirinya berhak memberi sanksi bagi mereka yang tidak patuh, salah satunya menunda kenaikan pangkat.

“Masa cuma Dokter NS kemudian sanksinya begitu berat, padahal yang berbuat itu ketika saya belum sekda, tapi saya tidak bisa tolak kepada sekda lama, tetap kepada sekda yang memegang peran, karena jabatan ini harus dipertanggung jawabkan,” pungkasnya. (prin)