Dikes Provinsi Sulteng Buka Posko Rapid Tes/Swab Bagi Masyarakat

Dikes Provinsi Sulteng Buka Posko Rapid Tes/Swab Bagi Masyarakat

07/06/2020 16:09 0 By Maman

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, Sp, PK, M,Kes.

Hulondalo.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah membuka posko untuk pemeriksaan rapid tes/swab. Posko ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan.

Minggu (7/6/2020), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido menyampaikan bahwa, pembukaan Posko Rapid Tes/Swab ini, sudah sesuai ketentuan. Terkait informasi yang berkembang di masyarakat, Reny juga memberikan penjelasannya.

Posko Rapid Tes/Swab yang di buka di depan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah kata dia, untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan dan ibu hamil.

“Sebab, saat ini rumah sakit pemerintah provinsi, kabupaten/kota, puskesmas, masih terkonsentrasi dalam melakukan perawatan Pasien Covid -19,” kata Reny.

Kebijakan ini juga kata dia, keputusan rapat Gubernur Sulteng bersama Forkopimda, Kepala Bandara Mutiara Sis-Aljufri dan seluruh Perwakilan Maskapai Penerbangan, dengan berpedoman pada Surat Edaran Dirjen P2P Kemenkes RI Nomor , SR.04.03/II/6689/2020, tanggal 29 April 2020, tentang pelaksanaan angkutan udara dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam edaran tersebut memuat :

  1. Seluruh penumpang adalah pejabat/instansi pemerintah dan swasta yang melakukan tugas kedinasan, harus menunjukkan surat perintah melaksanakan tugas dari atasannya.
  2. Penumpang penerbangan tersebut harus memenuhi persyaratan Kesehatan dan memiliki surat keterangan sehat bebas Virus Covid-19 , harus ada hasil Swab/Rapit Tes atau surat keretangan berbadan sehat, yang diterbitkan oleh fasilitas Kesehatan/Rumah Sakit Pemerintah atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Lanjut kata Reny lagi, ketentuan tersebut telah ditindak lanjuti Gubernur Sulawesi Tengah dengan Surat Edaran Nomor 550/284/Dis.Kes, tanggal 3 Juni 2020, tentang persyaratan perjalanan orang yang menggunakan alat transportasi umum, dalam upaya pencegahan dan pengendalian Virus Covid -19.

Edaran ini mewajibkan kepada setiap orang, untuk memperhatikan persyaratan perjalanan sesuai SE Dirjen P2P Kemenkes RI dan SE Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19.

“Rapid Tes/Swab dilakukan bagi OTG, PDP dan ODP, serta ibu hamil yang akan melahirkan, dan ASN, TNI/Polri, BUMN, Legislatif, Yudikatif serta pegawai Instasi Vertikal yang akan melaksanakan Tugas Perjalanan Dinas yang ditandatangani oleh Pejabat setingkat Eselon II,” ungkap Reny.

Masih dalam edaran tersebut, masyarakat umum yang mau melaksanakan perjalanan keluar daerah dan membutuhkan Rapid Tes/Swab secara mandiri, silahkan ke Rumah Sakit, Laboratorium Kesehatan dan Klinik Kesehatan yang melakukan pelayanan Rapid Tes/Swab.

Dalam kelengkapan dokumen perjalanan tersebut, daerah tertentu seperti DKI Jakarta dan Bali, mencantumkan persyaratan hasil Swab kepada pedatangnya. Beberapa daerah lainnya dan kabupaten/Kota, cukup hasil Rapid Tes, atau Surat Keterangan Berbadan Sehat.

“Semua persyaratan dokumen perjalanan tersebut, dimaksudkan untuk pengendalian dan memutus rantai Penularan Virus Covid-19,” ujar Reny.

Reny juga menambahkan, terkait kebutuhan pelayanan Rapid Tes untuk masyarakat Sulawesi Tengah, Pemprov Sulteng kata Reny, sudah mendistribusikan Rapid Tes kepada Dinas Kesehatan Kab/Kota, Rumah Sakit Umum /Swasta sebanyak 11,282 unit.

“Selanjutnya pemerintah provinsi juga akan mendistribusikan kembali alat Rapid Tes sebanyak 700 unit untuk setiap kabupaten/kota,” kata Reny yang juga Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid – 19 Provinsi Sulteng ini.

Penyerahannya akan dilakukan langsung Gubernur Sulteng Longki Djanggola secara simbolis yang dijadwalkan pada Senin (8/6/2020) kepada Kabupaten/Kota wilayah Padagimo, dan diharapkan pemanfaatannya tidak dikenakan biaya.

“Pelayanan Rapid Tes/Swab yang dilakukan RS Pemerintah tidak dipungut biaya sepanjang alat Rapid Tes/Swab itu diadakan dari alokasi dana APBN dan APBD,dan selama penggunaannya sesuai dengan sasaran penanganan Covid-19,” tambahnya. (Andis)