Dilema Ketika Anak Tukang Bentor Lulus Tanpa Tes di Universitas Indonesia

Dilema Ketika Anak Tukang Bentor Lulus Tanpa Tes di Universitas Indonesia

22/03/2019 21:42 0 By Alex

Universitas Indonesia

Abdul Wahid Wartabone saat mengikuti kegiatan Parlemen Remaja di Bogor-Jakarta 2018.

Universitas Indonesia (UI) merupakan salah satu kampus bergengsi di tanah air. Tidak semua orang bisa dengan mudah untuk mendapat kesempatan menimba ilmu di sana.

Namun, seorang anak muda kelahiran Gorontalo 7 Juni 2001, berhasil diterima pada jurusan Hubungan Internasional (HI) tanpa tes alias lewat jalur undangan, atau yang lebih dikenal dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

 

Laporan : TRI INDAHSARI – GORONTALO

 

Adalah Abdul Wahid Wartabone. Dia berhasil menjadi 1 dari 17 orang se-Indonesia yang mendapatkan kuota SNMPTN jurusan HI di UI. Putra pertama dari  pasangan Aten Wartabone dan Nova Ilahude ini berhasil mengalahkan 3.000 lebih pendaftar dari seluruh Indonesia yang merupakan saingannya.

Abdul Wahid Wartabone merupakan siswa kelas XII SMA Negeri 2 Gorontalo yang sebentar lagi akan menerima pengumuman kelulusan. Saat diwawancarai oleh Hulondalo.id, Wahid mengatakan bahwa sebelum dirinya berhasil lulus SNMPTN HI di UI, Wahid juga berhasil lulus beasiswa dari President University di Bekasi. Namun sayangnya Wahid mengaku tak mengambil beasiswa tersebut.

“Beasiswanya 100% hanya untuk biaya kuliah, sementara untuk biaya asrama dan lain-lain harus biaya sendiri. Jadi saya tidak ambil, karena orang tua tidak mampu untuk membiayai,” tutur anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Benar saja, sehari-hari Ayah Wahid bekerja sebagai penarik bentor. Sementara ibunya seorang ibu rumah tangga (IRT). Mendengar Wahid lulus, orang tuanya sangat bahagia. Namun apa mau dikata, orang tuanya, terutama sang ibu, pasrah karena tidak memiliki biaya. Ibunya bahkan sempat berpesan kepada Wahid agar lebih baik tidak usah kuliah jika harus bayar. Sebab, pendidikan di perguruan tinggi, apalagi yang bergengsi di ibukota, biayanya tidaklah sedikit.

Namun diakui Wahid, bahwa kepasrahan Ibunya tersebut belum membuatnya patah arang. Sebaliknya, menjadi motivasi untuk dirinya dalam mencari beasiswa agar bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dambaannya. Tidak ada yang tidak mungkin, selagi mau berusaha. Itulah hal yang dipercayai Wahid selama ini.

Meskipun bukan berasal dari keluarga yang berada, selama duduk di bangku sekolah Wahid telah banyak mengumpulkan prestasi dan mengikuti banyak Kegiatan serta organisasi. Salah satunya mengikuti Parlemen Remaja yang diadakan oleh DPR RI. Wahid menjadi salah satu perwakilan Provinsi Gorontalo yang terpilih untuk menjadi Anggota DPR selama 5 hari di Jakarta-Bogor.

Selain itu, sejak masih belia, Wahid juga mengaku telah belajar Bahasa Inggris. Sehingga, kini kemampuannya berbahasa Inggris menjadi modal untuknya.

Abdul Wahid Wartabone masih berjuang untuk memperoleh beasiswa Bidik Misi agar bisa berkuliah di Universitas Indonesia tanpa membebani kedua orang tuanya.

“Bahasa Inggris itu modal, selain itu harus banyak baca buku dan ikut kegiatan apa saja agar punya jaringan karena jaringan itu mempengaruhi kesuksesan kita di masa yang akan datang,” ujar Wahid.

Saat ditanya mengapa menjadikan HI sebagai pilihan jurusan di SNMPTN? Wahid mengatakan bahwa dirinya sejak lama telah memiliki ketertarikan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan juga isu-isu sosial. Selain itu, Wahid bercita-cita ingin menjadi Duta Besar maupun Diplomat.

Kini Wahid pun berharap bisa mendapatkan beasiswa bidik misi agar bisa kuliah dengan gratis. Jika tidak, cita-citanya bisa pupus.

“Jadi sekarang saya sedang berjuang untuk bisa dapat Bidik Misi dan Insya Allah akan mencari beasiswa lain. Apapun itu, yang penting bisa kuliah gratis,” tutupnya.(*)