Dilema Rayonisasi Sekolah, Rusli Ingin Tiap Kecamatan Punya Sekolah Unggulan

Dilema Rayonisasi Sekolah, Rusli Ingin Tiap Kecamatan Punya Sekolah Unggulan

12/01/2021 17:26 0 By Alex

Rayonisasi Sekolah

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di sela-sela peresmian gedung, sarana prasarana di SMK Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/1/2021). (F. Salman/Humas)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie akan berupaya mewujudkan sekolah unggulan di setiap kecamatan sebagai imbas dari sistem rayonisasi sekolah pada penerimaan siswa baru.

Pasalnya, Rusli mengaku jika tak sedikit orang tua yang mengeluh jika anaknya tidak bisa didaftarkan ke sekolah-sekolah favorit akibat sistem rayonisasi sekolah.

Di lain pihak, jika tidak ada sistem rayonisasi maka para siswa akan menumpuk di sekolah unggulan saja, terutama di wilayah Kota Gorontalo.

“Contohnya SMA Negeri 1 Kota Gorontalo. Setiap penerimaan siswa baru mereka itu paksa, bahkan ada yang datang ke rumah saya minta anaknya masuk di situ. Ada yang mengaku keluarga, tim sukses dan lain-lain,” kata Gubernur Rusli Habibie saat peresmian gedung dan sarana prasarana SMK Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/1/2021).

Olehnya, Gubernur Rusli Habibie mendorong Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo agar bisa mewujudkan satu sekolah unggulan tiap satu kecamatan.

Itu tidak hanya berkutat pada gedung maupun sarana dan prasarana saja, Rusli juga meminta kepada Dikbudpora Provinsi Gorontalo agar memperhatikan kualitas guru.

“Tolong pak kadis, dirancang di setiap kecamatan ada sekolah yang jadi unggulan. Baik itu kualitas gurunya dan fasilitasnya sama dengan sekolah unggulan di kota. Agar tidak ada yang berebut masuk ke SMA 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo (sekolah favorit),” pinta dia.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Yosef P Kotong mengatakan bahwa sejatinya pemerataan dan perluasan akses pendidikan SMA/SMK di Provinsi Gorontalo sudah jauh lebih baik. Namun tersisa 10 kecamatan di 4 kabupaten yang belum memiliki sekolah tingkat SMA/SMK.

Dari aspek sarana prasarana SMK di Provinsi Gorontalo, Yosef juga menyebut Provinsi Gorontalo masuk 10 besar daerah masuk kategori cukup baik mutu sarana prasarananya.

Meski begitu, jika mengacu laporan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dengan 8 Standar Nasional Pendidikan, Gorontalo baru berada pada level 5.

“Data LPMP menyebutkan baru ada 20 dari 132 sekolah yang mencapai SNP, sisanya berada pada level SNP 1 sampai 4. Oleh karena itu masih membutuhkan arahan dan perhatian yang lebih dari Bapak Gubernur,” kata Yosef.(adv/alex)