Disebut Salah Gunakan Wewenang & Rendahkan Masyarakat Loloda, Ini Penjelasan Frans Manery

Disebut Salah Gunakan Wewenang & Rendahkan Masyarakat Loloda, Ini Penjelasan Frans Manery

16/09/2020 19:23 0 By Maman

Frans Manery diwawancarai media disela-sela memenuhi panggilan Bawaslu Halut. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Fransi Manery yang juga Bakal Calon Bupati (Bacabup) Halmahera Utara, menyampaikan penjelasan sekaligus klarifikasi terkait video yang beredar, saat dirinya menyampaikan sambutan dalam salah satu acara di Desa Markati Kecamatan Kao Barat.

Sebelumnya, Bacabup yang juga Bupati Halut ini, diduga telah menyalahgunakan wewenangnya dengan memanfaatkan program pemerintah. Dia juga diduga telah merendahkan masyarakat Loloda, seperti dalam video yang beredar dengan durasi kurang lebih 1 menit.

Dalam video tersebut, Frans berada dalam salah satu acara yang dihadiri masyarakat. Saat menyampaikan sambutan, Frans menyampaikan, “lima tahun yang lalu saya kalah di Loloda, kita me pandai tara bodoh seperti dorang (mereka), kita baru bikin jalan, jembatan bolom, kita tunggu, kalau ngoni tara pilih saya, jembatan tara jadi (tidak jadi), salam ke kades-kades, kemarin saya so mendaftar di KPU, jangan lupa e”.

Frans ketika dikonfirmasi, membantah soal pernyataannya dalam video tersebut. Dia mengatakan, video yang beredar itu sudah dipelintir, semuanya sangat berbeda dengan video yang asli.

“Dalam video yang asli, kata bodoh sesungguhnya bukan ke masyarakat Loloda, melainkan ke kelompok-kelompok yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah tanpa dasar, kemudian dengan sengaja mengatakan tidak ada pembangunan dalam program pemda di 5 tahun kemarin,” kata Frans kepada awak media pada saat memenuhi panggilan Bawaslu, Rabu 16/09/2020).

“Yang mereka unduh itu sudah dipotong-potong, intinya, saya tidak pernah mengatakan bahwa orang Loloda bodoh, kalau ikuti awal dari video aslinya, saya menyampaikan jelas bahwa, kami dalam 5 tahun ini, sudah berbuat banyak,” tambahnya.

Frans juga mengatakan, jika disebut pihaknya tidak suka dengan masyarakat Loloda, untuk apa dilakukan pembangunan jalan. Video yang asli kata dia, telah disampaikan ke Bawaslu Halut. Frans mengaku, video yang dipotong dari awal ini sengaja di viralkan.

Terkait program pemerintah yang terindikasi pada dugaan penyalahgunaan kewenangan untuk kepentingan politik, Frans mengatakan, sampai saat ini statusnya masih jelas, masih sebagai Bupati aktif. Jadi, tidak ada penyalahgunaan kewenangan.

“Kita masih Bupati aktif, bagaimana dibilang penyalahgunaan kewenangan, intinya kita baru daftar di KPU, belum jadi calon,” ungkapnya.

Ditanya soal laporan ke Polda, Frans mengaku belum tahu. Namun, sebagai warga yang baik, Fransi mengatakan, siap memenuhi panggilan Polda untuk menjelaskan persoalan ini.

“Saya siap hadir, karena ini harus diluruskan,” ucapnya.

Kemungkinan untuk menuntut balik, selain karena ini pencemaran nama baik, juga berpengaruh pada kepentingan petahana dalam pilkada ini, Frans mengatakan, tergantung dari tim hukum. Tim hukum kata dia, sementara mengecek siapa yang sengaja memviralkan serta memprovokasi keadaan.

Sementara itu, salah seorang tim hukum, Herry Hiorumu mengatakan, upaya menuntut balik pasti akan dilakukan. Namun kata dia, sementara ini masih mengikuti proses yang ada.

“Karena ini menyangkut nama baik Bupati dan Wabup, tapi ini harus lahir dari satu kajian bersama,” tutur Herry, yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Halut. (AT)