Dishub Kumpul Pengusaha AKAP, PO hingga Rental Imbau soal Larangan Mudik Lebaran

Dishub Kumpul Pengusaha AKAP, PO hingga Rental Imbau soal Larangan Mudik Lebaran

29/04/2021 17:15 0 By Alex

Sosialisasi larangan mudik lebaran kepada Organda, bertempat di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo.

Hulondalo.id – Sejumlah pengusaha jasa transportasi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Perusahaan Otomobil (PO) hingga rental mobil yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) diimbau untuk tidak melaksanakan kegiatan mudik lebaran, terutama pada tanggal 6-17 Mei mendatang.

Hal itu terungkap pada sosialisasi larangan mudik lebaran oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota bekerjasama dengan Biro OPS dan Ditlantas Polda Gorontalo, BPTD Wilayah XXI hingga Jasa Raharja, yang digelar di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo, baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro mengatakan, berdasarkan surat edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 beserta Addendumnya dan PM Nomor 13 Tahun 2021, bahwa mulai tanggal 22 April sampai dengan 5 Mei 2021 adalah pengetatan pada masa pra mudik. Sementara tanggal 18 Mei sampai 24 Mei 2021 adalah pengetatan pasca mudik.

“Dalam fase ini (sebelum tanggal 6 Mei 2021) semua moda transportasi darat masih dapat beroperasi, tapi dengan ketentuan harus mengikuti protokol kesehatan,” kata Jamal.

“Nanti pada tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021 itu adalah masa peniadaan mudik. Semua sarana angkutan umum yang melayani antar provinsi seperti AKAP dan ASUM (PO, Rental) dilarang beroperasi melayani mudik,” tegas dia.

Sejauh ini, kata Jamal, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah membuat 4 posko terpadu di wilayah perbatasan darat, masing-masing Atinggola, Tolinggula, Popayato Barat dan Bone.

Di setiap posko terpadu akan ditugaskan personel dari kepolisian, TNI, perhubungan, tim medis hingga Satpol PP.

“Sesuai ketentuan bahwa yang dikecualikan hanya ASN, TNI/Polri yang melaksanakan tugas. Ada pula kendaraan layanan logistik, kendaraan yang membawa obat-obatan, ibu Hamil atau melahirkan, mengunjungi keluarga sakit atau ada duka. Selain dari pada itu maka petugas di perbatasan akan memutar balik kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tandasnya.(adv/alex)