Diskominfo Kabgor Gagas Revolusi Ekonomi Mikro lewat SIPARDI

Diskominfo Kabgor Gagas Revolusi Ekonomi Mikro lewat SIPARDI

29/05/2020 15:12 0 By Ika

Kadis Kominfo Kabupaten Gorontalo Haris Suparto Tome, menyambangi dan memberikan sosilaisasi kepada pedagang tentang SIPARDI. Istimewa.

Hulondalo.id – Revolusi industri 4.0 telah membawa dampak signifikan pada masing-masing sektor, tak terkecuali sektor ekonomi. Inovasi demi inovasipun menjalar secara masif ke berbagai sudut Negeri, ekonomi Indonesia kini telah mengalami transformasi ke arah baru. Tak terkecuali di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten yang pada 2019 silam menasbihkan diri sebagai kota kreatif ini, melalui dinas Kominfo yang dinahkodai Haris Suparto Tome, melahirkan inovasi digital di sektor ekonomi mikro yang diberi nama Sistem Pasar Digital (SIPARDI).

Berbeda dengan situs jual beli lainnya yang menggandeng brand-brand ternama dan menawarkan barang high class, SIPARDI justru menawarkan Cabai, Tomat, Ikan Segar, Nike dan aneka kebutuhan lainnya yang sering ditemukan di pasar tradisional.

Sejak diluncurkan pada beberapa minggu kemarin, Sipardi terus disosialisasikan oleh Diskominfo Kabupaten Gorontalo dengan menyambangi satu persatu pedagang tradisional dan toko-toko di Wilayah Administrasi Kabupaten Gorontalo.

Sebagaimana dituturkan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, kemunculan SIPARDI diharapkan dapat memberikan implikasi positif bagi pedagang ekonomi mikro menengah. “Saya berharap pedagang dapat lebih produktif, serta kehadiran aplikasi ini dapat menunjang kebutuhan masyarakat dalam berbelanja,” ujar Haris Tome.

SIPARDI sendiri saat ini telah didaftarkan oleh Diskominfo Kabupaten Gorontalo di Google Play Store, “Masih menunggu persetujuan dari pihak Google, sehingga kalau sudah disetujui sudah bisa diunduh di Google Play Store,” tukas Haris.

Mengacu pada Laporan Mckinsey (2018) , Indonesia saat ini menjadi pasar e-commerce terbesar dengan nilai pendapatan 2,5 Milyar dollar dan diprediksi akan meningkat hingga 20 milyar dollar pada Ttahun 2022.

Efisiensi, Efektifnya waktu, rendahnya cost yang harus dikeluarkan menjadi beberapa alasan dibalik semakin diliriknya transaksi jual beli secara online, serta adanya kolaborasi yang yang sistematis dan terintegrasi menjadi daya tarik transaksi jual beli secara online. (Ika)