Diskusi Pasca Pemilu 2019, Bawaslu Provinsi Butuh Saran Perbaikan

Diskusi Pasca Pemilu 2019, Bawaslu Provinsi Butuh Saran Perbaikan

23/05/2019 22:51 0 By Maman

Diskusi Bersama Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Jaharudin Umar, Anggota Bawaslu Idris Usuli, Rahmat Mohi, Dan Ahmad Abdullah, bersama Pemantau Pemilu dan Media Massa, Kamis (23/5).

Hulondalo.id – Bawaslu Provinsi Gorontalo menggelar diskusi bersama media massa dan pemantau pemilu, terkait hasil pemantauan pelaksanaan tahapan pemungutan perhitungan dan rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019.

Dalam diskusi yang digelar Kamis (23/5/2019) di aula kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Jaharudin Umar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemantau dan Media Massa, yang turut membantu Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pemilu 2019.

“Kesuksesan penyelenggaraan Pemilu, bukan hanya karena peran Bawaslu, tetapi juga peran dari pemantau pemilu dan juga media massa,” ungkap Jaharudin.

Selain itu, Jaharudin juga mengatakan, pihaknya merasa perlu mendengarkan saran, catatan, maupun kritikan dari para pemantau dan media massa, terhadap penyelenggaraan Pemilu di lapangan, serta kinerja Bawaslu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Sebab kata Jaharudin, secara kelembagaan Bawaslu juga membutuhkan saran dari semua pihak dalam dalam rangka perbaikan.

“Semua catatan, saran maupun masukkan yang disampaikan dalam diskusi ini, akan kami rumuskan dalam perbaikan penyusunan regulasi kedepan yang lebih matang,” ujar Jaharudin.

Jaharudin juga menjelaskan, pasca dilakukan Pungut Hitung Pemilu, ada 21 perkara yang sedang ditangani oleh Bawaslu. Di Bawaslu Provinsi Gorontalo ada 3 kasus terkait pelanggaran administrasi Pemilu.

Kemudian Bawaslu Gorontalo Utara sementara menangani 7 Kasus dengan pelanggaran dugaan politik uang. Kemudian di Kabupaten Gorontalo 4 perkara, Bonebolango 3 Perkara dan Kota Gorontalo 3 perkara.

“Untuk Kabupaten Pohuwato dan Boalemo masih akan dilakukan supervisi,” tutup Jaharudin. (rinto)