Disnaker Tulungagung Mediasi Aduan 21 Karyawan yang di PHK

Disnaker Tulungagung Mediasi Aduan 21 Karyawan yang di PHK

16/09/2020 21:51 0 By Maman

Kasi Hubungan Industrial Disnaker Tulungagung, Ronald Arbibawa, saat mengunjungi PT. Indoco. (foto:dokpribadi)

Hulondalo.id – Mediasi dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tulungagung, setelah sebelumnya menerima aduan 21 karyawan PT. Indoco yang di PHK secara sepihak. Aduan tersebut diterima Disnaker Tulungagung, Senin (07/09/2020) lalu.

“Selasa kemarin kami berkunjung ke lokasi perusahaan untuk mengklarifikasi aduan ini, kunjungan ini juga tindak lanjut perintah dari Kepala Dinas dan Kabid Disnaker,” kata Kasi Hubungan Industrial Disnaker Tulungagung, Ronald Arbibawa, Rabu (16/09).

Dalam pertemuan saat itu kata Ronald, masukkan telah disampaikan kepada perusahaan untuk memanggil kembali 21 pekerja tersebut. Disarankan agar, persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Perusahaan berjanji, akan menindaklanjuti masukkan dari Disnaker Tulungagung, perwakilan perusahaan, Pak Sukri juga akan berkoordinasi dengan pimpinannya kemudian segera menggelar rapat direksi menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Hasil rapat direksi kata Ronald, akan disampaikan ke Disnaker Tulungagung secepatnya. Ronald juga berharap, permasalahan ini segera selesai. Sebab, para pekerja ini juga membutuhkan kepastian, disisi lain, mereka juga harus mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kami akan mengawal permasalahan ini, sejauh mana respon perusahaan, jika tidak ada respon, kami akan menghubungi kembali atau melayangkan surat,” ungkap.

Sementara itu, salah seorang karyawan yang di PHK mengatakan, setelah mengadu ke Disnaker Tulungagung 2 minggu lalu, perusahaan belum memanggil ia dan teman-temannya. Mu’ali mengaku menganggur semenjak di PHK oleh perusahaan yang ada di desanya itu.

Dia dan teman-temannya juga berharap, agar masalah ini segera selesai. Dan jika dipekerjakan kembali, ia mengaku siap. Namun jika tetap dipecat, ia meminta hak-haknya dipenuhi oleh perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan karet ini, termasuk uang pesangon. (Sururi)