Disnaker Tulungagung Panggil Direktur PT. ICSAB, Trining: Ijin Perusahaan Belum Lengkap

Disnaker Tulungagung Panggil Direktur PT. ICSAB, Trining: Ijin Perusahaan Belum Lengkap

25/08/2020 18:53 0 By Maman

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Tulungagung, Trining.

Hulondalo.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tulungagung Provinsi Jawa Timur, resmi memanggil Direktur PT. ICSAB, yang diduga menempatkan 2 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. Pemanggilan ini sekaligus meminta penjelasan dan klarifikasi juga memberikan pembinaan.

Kepala Disnaker Tulungagung melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Trining menjelaskan, sejumlah fakta dapat disimpulkan dari pemanggilan tersebut antara lain, perijinan dari perusahaan ini belum lengkap.

“Dan seharusnya, perusahaan belum boleh melakukan perekrutan, sebelum mendirikan perusahaan penempatan PMI, harusnya dipahami dahulu aturan-aturannya seperti UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang, Perlindungan PMI dan Permenaker Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Ijin P3MI,” kata Trining, Selasa (25/08/2020).

Regulasi-regulasi ini juga kata Trining, sudah diundangkan dan disosialisasikan. Perijinan dimaksud kata dia, setelah mendaftar melalui OSS, semua dokumen dibawa ke Dirjen P4 Kemenaker RI untuk mendapat ijin berupa SIP3MI, dengan syarat membayar deposit Rp1,5 miliar.

Setelah mendapat SIP3MI dari Kemenaker RI, kemudian dibawa ke BP2MI sebagai syarat penerbitan Surat Ijin Perekrutan (SIP). Jika SIP sudah dimiliki, maka boleh melakukan perekrutan.

Menurut Trining lagi, Direktur PT. ICSAB ini merupakan mantan PMI Singapura, dan memiliki hubungan agensi di negara yang sama juga. Atas hal itu, kemudian mendirikan P3MI. Disnaker kata Trining, punya tupoksi untuk melakukan pembinaan.

“Semua dokumen penempatan 2 PMI sudah kita minta sebagai lampiran laporan ke Kemenaker RI, dan Disnaker akan komunikasi dengan agensi yang ada di Singapura,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Komisaris PT. ICSAB, Sugianto mengaku, memang ada berkas-berkas yang belum dilengkapi. Alasannya, dia belum tahu adanya aturan baru terkait perijinan P3MI.

2 PMI juga diakuinya, telah ditempatkan di Singapura. Sugianto juga mengungkapkan bahwa, penempatan PMI ditengah Pendemi Covid-19, tidak hanya dilakukan oleh perusahaanya.

“Sebenarnya, selain kami, banyak juga perusahaan lain yang telah memberangkatkan PMI,” ungkapnya.

Terkait akun FB Adela yang memposting kegiatannya, Sugianto mengaku tidak mengenalnya. Selama ini komunikasi yang ada, hanya sebatas lewat telepon. Sugianto juga juga bingung, darimana akun FB Adela bisa dapat foto tiket dan visa kerja PMI tersebut. (MO)