Dorong Pembimbingan Guru Honorer Peserta Seleksi PPPK, Eduart: 1.700 Orang Sudah Mendaftar

Dorong Pembimbingan Guru Honorer Peserta Seleksi PPPK, Eduart: 1.700 Orang Sudah Mendaftar

16/02/2021 22:31 0 By Alex

Guru honorer seleksi PPPK 2021

Ketua PGRI Provinsi Gorontalo, Dr Ir Eduart Wolok ST MT (tengah) di saat-saat membuka program pembimbingan Guru Honor sebagai peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021, Selasa (16/2/2021).

Hulondalo.id – Ketua PGRI Provinsi Gorontalo, Dr Ir Eduart Wolok ST MT mendorong penuh pembimbingan Guru Honor sebagai peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

“Tentu melalui sistem seleksi ini diharapkan menjadi solusi permasalahan selama ini terhadap Guru Honor di Gorontalo,” ungkap Eduart, Selasa (16/2/2021).

Dijelaskannya, melihat dengan kondisi ini tentu PGRI Provinsi Gorontalo terkait kebijakan ini, mengambil bagian untuk memfasilitasi tenaga guru honor dengan merancang program pembimbingan dan pendampingan seleksi guru melalui jalur PPPK sebagai ikhtiar membangun spirit dan mental ilmu pengetahuan yang cukup.

Pelaksanaan pembimbing ini, kata Eduart, akan dilaksanakan secara daring dengan jumlah setiap kelas 25 orang, yang mana difasilitasi 1 fasilitator dan 1 admin, dan dimulai 17 Februari 2021 besok.

“Tahap pertama ini, kami membuka 1.000 guru honorer dengan memiliki 40 kelas,” jelas Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu.

Saat ini pun, peserta yang telah mendaftarkan diri sebanyak 1.700 guru honorer terdiri dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

Rinciannya, 418 orang dari Kota Gorontalo, 610 orang dari Kabupaten Gorontalo, 292 orang dari Kabupaten Boalemo, 89 orang dari Kabupaten Pohuwato, 220 orang dari Kabupaten Bone Bolango dan 93 orang dari Kabupaten Gorontalo Utara.

“Sehingga total saat ini berjumlah 1.722 dengan alokasi untuk TK 157, SD 751, SMP 392, SMA 291 dan SMK 191,” kata Eduart.

Data tersebut membuktikan antusias Guru-guru honorer untuk ikut dalam program.

“Ini menjadi penyemangat kami PGRI Provinsi Gorontalo dan kami berharap yang ikut program ini bisa lulus 100%,” ujar dia.

“Tentu saya tidak bisa bekerja sendiri, namun kami akan berkolaborasi, berkomunikasi, berkoordinasi dengan semua pihak untuk bagaimana mencari solusi semua guru honor di Provinsi Gorontalo,” pungkas dia.(Mg01)