DPPKBP3A Ungkap Penyebab Naiknya Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Boalemo

DPPKBP3A Ungkap Penyebab Naiknya Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Boalemo

07/05/2021 15:00 0 By Yadin

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Boalemo, Robert Pauweni.

Hulondalo.id – Di awal tahun 2021 ini, masyarakat Boalemo dihebohkan dengan informasi meningkatnya kasus kriminal dugaan pencabulan kepada perempuan dan anak.

Pemerintah daerah dalam hal ini Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Boalemo, Robert Pauweni, menyampaikan bahwa sejak Januari 2021 hingga sekarang sudah ada 16 kasus pencabulan atau pelecehan seksual kepada anak dan perempuan yang dilaporan ke Dinas PPKB3A.

“Sesuai laporan yang masuk ke kami ada 16 kasus, dan ini yang hanya terlapor, di luar jumlah yang belum terlapor. Karena jujur, OPD kami tidak mencari-cari dimana kasus pelecehan itu, tetapi kalau ada yang melapor itu akan kami dampingi sampai berproses hukum,” ungkapnya.

Namun kata Robert, sebagai dinas terkait tetap bertanggungjawab dengan melakukan langkah-langkah untuk menurunkan kasus tersebut.

“Sebagai wujud tanggung jawab kami, pada tahun lalu sudah digagas rancangan peraturan daerah (Ranperda) kabupaten layak anak dan pengarustamaan gender. Dan itu sudah menjadi 2 peraturan daerah (Perda). Dan ini semata-mata upaya dari kami dalam rangka meminalisir kasus itu. Sebab dengan rugulasi ini, kita akan dilindungi dalam melakukan program tersebut,” tutur Robert.

Selain itu, Dinas DPPKB3A juga melakukan kerja sama dengan organisasi perempuan Boalemo hingga aparatur kecamatan dan desa serta sektor terkait untuk mencari solusi bersama dalam menyelesaikan masalah ini.

“Kami juga sudah melakukan Forum Group Diskusi (FGD) dengan organisasi wanita yang ada di Boalemo dalam mencari solusi. Selain itu, kami juga akan membentuk forum kepala desa peduli perempuan dan anak serta forum kepala desa peduli bangga kencana. Dan kami berharap banyak kepada camat dan kepala desa melakukan aksi yang nyata untuk meminalisir angka kekerasan perempuan dan anak,” kata Robert.

Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan DPPKB3A Boalemo, Hesti Ibrahim, menambahkan, bahwa naiknya angka kekerasan kepada anak dan perempuan disebabkan karena sudah adanya kesadaran masyarakat untuk melapor kasus tersebut.

“Kenapa kemarin-kemarin sedikit kasus, karena kurang laporan dari masyarakat. Sebab budaya malu dari masyarakat masih sangat besar sehingga kesadaran untuk melaporkan masih kurang. Tetapi dengan kami sosialisasi, masyarakat sudah sadar dan melapor, sehingga sudah banyak bermunculan kasus-kasus,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Herlina Kasim, mengungkapkan, salah satu penyebab terjadinya kasus kekerasan seksual karena kebiasaan anak-anak yang sering mengonsumsi video porno.

“Salah satu penyebabnya, kita lihat sekarang di masyarakat dalam hal penggunaan android, biasa saja anak-anak melihat gambar-gambar porno, sehingga saat mereka melihat, mereka akan meniru. Begitu juga disebabkan karena adanya keretakan dalam rumah tangga, sehingga berpengaruh pada anak-anak,” jelasnya.

“Tinggal bagaimana kita ada kerja sama dari pemerintah desa hingga kecamatan, dan petugas-petugas dalam menyelesaikan masalah ini,” tandas Herlina. (Rifal/Adv)