Dugaan 2 KPM di Rejotangan yang Sulit Ambil BPNT, Camat: Itu hanya Miskomunikasi

Dugaan 2 KPM di Rejotangan yang Sulit Ambil BPNT, Camat: Itu hanya Miskomunikasi

25/09/2020 13:54 0 By Maman

Camat Rejotangan, Agus Santoso, usai menghadap Bupati Tulungagung di Pendopo. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Beberapa waktu lalu ramai di media sosial terkait 2 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Rejotangan yang diduga dipersulit dalam pengambilan BPNT dan penerimaan komoditas BPNT yang tidak sesuai aturan. Kondisi ini langsung disikapi Camat Rejotangan, Agus Santoso.

Bersama Forkopimca Rejotangan dan perwakilan Kepala Desa setempat, Agus mendatangi Pendopo Kongas arum Kusumaning Bongso, untuk melaporkan perkembangan wilayahnya kepada Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Jum’at (25/09/2020).

“Ini agenda rutin, melaporkan perkembangan wilayah termasuk BPNT dan lainnya, tidak ada hal khusus yang kami laporkan,” kata Agus Santoso.

Sebagai pembantu Bupati lanjut Agus, Camat punya kewajiban untuk melaporkan perkembangan di wilayah tugasnya secara berkala dan rutin. Sementara itu, soal kasus BPNT yang sempat ramai, menurutnya, itu karena miskomunikasi.

“Dan penyaluran BPNT di balai desa itu, untuk mendekatkan pelayanan masyarakat bagi KPM yang jarak tempuhnya jauh dan sudah lansia, diskresi inikan penyimpangan terhadap aturan, tapi selama diskresi ini untuk kebaikan tidak masalah,” ungkapnya.

Laporannya kepada Bupati kata Agus lagi, lebih pada pemberian pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dan bila dilapangan ada KPM yang memang harus dilayani di Balai Desa, karena terbentur usia dan jarak tempuh, maka itu bisa dilakukan.

“Nantinya kalau ada timkor dari Kabupaten yang bertanya, biar kita yang menjelaskan dan, ini bukan berarti Bupati membolehkan, atau memberi petunjuk penyaluran di Balai Desa,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Zainudin Jawahir mengatakan, masalah yang mencuat sebenarnya hanya miskomunikasi, dan karena adanya postingan di medsos.

Menurut Jawahir, kades sebenarnya tidak tahu undangan KPM untuk pengambilan BPNT itu di agen mana. Dan kebetulan kata dia, 2 KPM yang sempat bermasalah itu, karena tidak mau mengambil di desanya, yang pada akhirnya mengambil di tempat lain.

“Akhirnya 2 KPM itu mengambil BPNT di Bumdesma dan dikasih beras, minyak, dan minuman sereal yang sudah diluar aturan yang disepakati atau pedum,” pungkasnya. (Sururi)