Dugaan Kasus Aborsi, Polres Tolitoli Tetapkan Tersangka

25/11/2019 23:38 0 By Maman

Wakapolres Tolitoli Kompol. M. Nur Asjik bersama Kasat Reskrim Polres Tolitoli IPTU. Felix A. Saudale menggelar konferensi pers terkait dugaan kasus aborsi.

Hulondalo.id- Dugaan kasus aborsi menyeret salah seorang yang diketahui merupakan tenaga honorer disalah satu instansi di Tolitoli berinisial JF. JF alias Okong resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tolitoli.

Wakapolres Tolitoli Kompol. M. Nur Asjik didampingi Kasat Reskrim Polres Tolitoli IPTU. Felix A. Saudale dalam konferensi pers Senin (25/11/2019) menjelaskan, JF memang telah ditetapkan sebagai tersangka, lantaran melakukan aborsi terhadap pacarnya sendiri, berinisial A.

Kronologinya, korban menghubungi tersangka menyampaikan, bahwa korban telah hamil. Mereka kata Wakapolres, kemudian bertemu disalah satu penginapan dan bersepakat untuk mengeluarkan janin diperut korban.

Caranya bagaimana, sudah disusun sebelumnya oleh tersangka. Upaya pertama, tersangka menyiapkan obat penggugur kandungan. 2 kapsul kata Wakapolres, diminum oleh korban, dan 2 kapsul lagi dimasukkan ke bagian vital korban.

“Tak hanya itu, pelaku juga sempat menginjak perut korban ditempat tidur, upaya ini, ternyata tak menunjukkan hasil, pelaku kemudian menyuntikkan sebuah cairan ke paha korban,” kata Wakapolres.

Berbagai cara tersebut, tak jua membuahkan hasil. Korban kemudian dibawa ke tukang urut untuk memeriksa keadaan janinnya. Tukang urut berinisial W, di Panasakan membantu proses pengguguran dengan cara mengurut perut korban, sampai terjadi pendarahan dan janin dari perut korban keluar.

Tersangka selanjutnya diminta untuk membeli minuman dan obat penambah darah serta obat penahan darah.

“Untuk si tukang urut, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi tersangka, karena terlibat langsung dalam pengguguran janin korban,” ungkap Wakapolres.

Sebelumnya diketahui bahwa, tersangka pernah terlibat dengan kasus yang sama. Saat itu ditetapkan sebagai saksi, dan korban menjadi tersangka utama, karena bertindak sendiri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tolitoli Felix A. Saudale dalam konferensi pers itu juga mengatakan, sejauh ini 7 saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan.

“Tidak menutup kemungkinan ada saksi tambahan dan tersangka lainnya,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Tersangka juga saat itu mengaku, obat tersebut dibeli disalah satu apotik yang seharusnya, hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Pemilik apotik akan ditindak lanjuti terkait dugaan kasus aborsi ini.

Upaya melarikan diri sempat dilakukan oleh pelaku, usai melakukan aborsi tersebut. (Andis)