Dugaan Kekerasaan Senior di SMA Wira Bhakti, Polisi Kantongi 3 Nama

Dugaan Kekerasaan Senior di SMA Wira Bhakti, Polisi Kantongi 3 Nama

20/08/2019 17:35 0 By Alex

SMA Wira Bhakti Gorontalo di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Hulondalo.id – Dugaan tindak kekerasan senior di SMA Wira Bhakti, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sudah ditangani pihak yang berwajib.

Sedikitnya ada 3 senior dari korban bernama Mohamad Akbar (17) yang dilaporkan ke Polres Bone Bolango, masing-masing berinisial K, AU dan AS.

“Kemarin siang (Senin) orang tua korban sudah melapor. Untuk korban baru kita mintakan keterangan tadi di rumah sakit,” ujar Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, Iptu Laode Arwansyah SIK, Selasa (20/8/2019).

“Ketiga terlapor tersebut akan dipanggil alam waktu dekat ini,” sambung Laode Arwansyah.

Sebelumnya, Mohamad Akbar harus dirawat intensif di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo karena diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya di sekolah unggulan tersebut.

Akbar mengalami luka di bagian kepala, mulut, perut hingga kaki. Diduga kuat, luka-luka tersebut akibat pukulan tangan serta hantaman benda keras.

Nirwanda Dunda selaku orangtua korban, mengaku bahwa insiden penganiayaan itu terjadi pada Jumat (16/8/2019). Saat itu, ada 13 siswa termasuk korban yang kedapatan merokok. Oleh para seniornya pun mereka diberikan pembinaan. Namun yang terjadi justru mengarah pada kekerasan fisik.

“Dari 13 siswa yang mendapat hukuman, hanya anak saya yang dipukuli sampai babak belur begini,” keluh Nirawana yang mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bone Bolango.

Saat dicoba melakukan konfirmasi ke SMA Wira Bhakti, wartawan tidak diperbolehkan masuk dengan alasan tidak ada izin dari kepala sekolah.

Kasus kekerasan senior ini pun mendapat perhatian dari Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Ramlah Habibie.

Menurutnya, segala bentuk tindakan yang mengandung kekerasan atau kontak fisik di sekolah tidak diperbolehkan.

Olehnya, seluruh sekolah di Gorontalo sebelum itu telah diarahkan dan diberi peringatan untuk mengedepankan pembinaan serta menghindari kontak fisik kepada siswa.

Untuk kasus di SMA Wira Bhakti, Ramlah Habibie berjanji akan konfirmasi kepihak sekolah.

“Itu sama sekali tidak boleh, saya akan konfirmasi ke pihak sekolah mengenai kebenarannya,” kata Ramlah.(John)