Dugaan Korupsi KONI Boalemo, Sekretaris BKAD Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi KONI Boalemo, Sekretaris BKAD Jadi Tersangka

27/10/2021 16:11 0 By Syakir

Usai ditetapkan tersangka, TM meninggalkan gedung Kejari Tilamuta sudah mengenakan  rompi orange

Hulondalo.id – Sekretaris Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Boalemo, TM, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Olahraga (Koni) kabupaten Boalemo.

Penetapan tersangka itu, dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo, Rabu (27/10/2021).

Terpantau hulondalo.id, sekitar pukul 14.00 WITA, TM keluar dari gedung Kejari Boalemo dengan menggunakan rompi orange. Sambil menangis, TM digiring ke mobil tahanan.

Dalam konferensi pers, Kepala Kejari Boalemo, Ahmad Muchlis, menuturkan bahwa berdasarkan pemeriksaan saksi dan ahli serta hasil perhitungan BPKP, TM resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Koni.

“Penetapan tersangka sudah kita tetap kan, berdasarkan hasil perhitungan BPKP, serta pemeriksaan saksi-saksi dan ahli, pada hari ini baru kita tetapkan tersangka satu orang yaitu TM,” ungkapnya.

Kata Ahmad, penetapan itu disebabkan modus yang dilakukan dari tersangka TM terkait penyalahgunaan atau pemotongan dana hibah Koni mulai sejak 2018 sampai 2020.

“Modusnya adalah, bahwa tersangka ini melakukan penyaluran dana hibah Koni dari Tahun 2018, 2019, sampai 2020, disalurkan tidak sesuai yang semestinya. Artinya, ada pemotongan disitu yang ditemukan dari bukti-bukti, sehingga kita tetapkan hari ini,” terangnya.

Achmad menambahkan, akibat dari kasus itu dan sesuai dengan pasal yang dikenakan, tersangka terancam dengan hukuman maksimal 20 Tahun.

“Ancaman hukumannya, yang bersangkutan ini kita kenakan pasal 2, pasal 3, atau pasal 12 huruf E Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan pidana-pidana korupsi, ini ancaman nya maksimal 20 Tahun. Sebabnya, dikhawatirkan tersangka ini melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menyembuyikan barang bukti,” jelas Kepala Kejari Boalemo.

Sementara itu, untuk potensi penambahan tersangka lainnya, dirinya menjelaskan, terus dilakukan penyidikan oleh pihak Kejari Boalemo. Dan jika ditemukan dua alat bukti, maka akan ada penetapan tersangka selanjutnya.

“Untuk penambahan tersangka lain, ini kita masih dalam tahapan penyidikan. Jika ditemukan dua alat bukti, kita tidak segan-segan akan ada tersangka lainnya.

Sebab, kerugian negara berdasarkan LHP ada sekitar 700 jutaan,” tandas Kepala Kejari Boalemo, Ahmad Muchlis. (Rifal)