Dukung Produk Dalam Negeri, Rusli Ingin Kerjasama dengan PT Pindad Tangani Covid-19

Dukung Produk Dalam Negeri, Rusli Ingin Kerjasama dengan PT Pindad Tangani Covid-19

24/03/2021 23:43 0 By Alex

PT Pindad

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Kepala Dinas Kesehatan Yana Yanti Suleman saat menerima penjelasan tentang fungsi VTM 2 yang dikembangkan oleh PT Pindad (Persero), Rabu (24/3/2021).

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berniat menyeriusi kerjasama dengan PT Pindad (Persero) terkait penanganan Covid-19 di Provinsi Gorontalo.

“Kami minta produksi Pindad untuk penanganan covid-19. Kami minta brosurnya dan harganya nanti kita beli di sini. Saya lihat jauh sekali harganya hanya Rp 41 Juta (dibandingkan produk luar negeri),” kata Rusli saat menerima Ventilator Resusitator Manual (VRM) 2 dari Dirut PT Pindad, Abraham Mose, Rabu (24/3/2021).

Selain harga yang murah, pembelian alat penanganan Covid-19 di PT Pindad secara tidak langsung membantu tumbuhnya produk dalam negeri. Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mencintai produk-produk Indonesia.

Seperti diketahui, selain memproduksi ventilator untuk bantuan pernafasan pasien covid-19 PT Pindad juga memproduksi masker dan alat perlindungan diri (APD).

“Nanti untuk masker, APD dan termasuk ini (ventilator) kita beli saja di sini langsung. Perintah pak presiden kita harus cinta produk Indonesia. Insya Allah nanti kita bikin MoU pemerintah provinsi, kabupaten/kota dengan Pindad untuk merujuk ke sini untuk penanganan Covid-19,” sambung Rusli.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Sulaiman menyebut, kebutuhan VRM 2 sangat dibutuhkan di Gorontalo dengan kondisi 13 rumah sakit daerah dan swasta dengan lebih kurang 1.600 tempat tidur.

Hal itu belum termasuk fasilitas kesehatan di Gorontalo pada 94 puskesmas hingga ambulance-nya.

“Memang butuh ventilator yang non invasiv. Ketika seseorang yang masih dalam keadaan sadar dan butuh bantuan nafas maka VTM 2 ini yang kita gunakan. Satu murah, tepat guna insya Allah dan buatan Indonesia,” kata Yana.

Sebelumnya, VRM 2 yang dikembangkan PT Pindad dibanderol dengan harga sekitar Rp 41 juta. Sayangnya, ventilator ini belum diedar untuk jenis invasiv atau penanganan pasien yang tidak sadar karena operasi dan sebagainya.

Izin edar dan izin klinis masih sedang diproses di Kementerian Kesehatan. PT Pindad menargetkan ventilator invasiv bisa terwujud di semester II tahun 2021 ini.(adv/alex)