Edarkan Sabu di Gorontalo Senilai Rp 486 Juta, Pelakunya Terancam Hukuman Mati

08/10/2019 15:00 0 By Alex

Direktur Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha SH MH bersama Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK saat memperlihatkan barang bukti narkoba berupa sabu-sabu seberat 243,15 Gram senilai Rp 486 Juta pada konfrensi pers, Selasa (8/10/2019).

Hulondalo.id – Ditnarkoba Polda Gorontalo kembali menggagalkan peredaran narkoba, baru-baru ini. Korps Tribrata itu menyita sedikitnya 243,15 gram narkoba jenis sabu senilai Rp 486 Juta dari 3 tersangka. Dimana salah satunya diduga dikendalikan oleh seorang oknum narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado.

“Jadi ada 3 tersangka dari 3 TKP (Tempat Kejadian Perkara) berbeda. Pengungkapan kasus narkoba ini berdasarkan pengembangan di lapangan,” ujar Direktur Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha SH MH pada konfrensi pers, Selasa (8/10/2019).

Adapun kronologis penangkapannya bermula dari informasi masyarakat pada, Jumat (20/9/2019). Bahwa pada hari itu, sekitar pukul 13.45 Wita, akan ada pengiriman narkotika dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, dengan tujuan Gorontalo dan Manado.

Di situlah polisi menangkap seorang tersangka berinisial AS di Desa Kaaruyan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. AS ditangkap saat mengendarai mobil minibus Toyota Avanza. Dari tangan AS, polisi mengantongi barang bukti berupa 5 sachet berisi butiran kristal bening yang diduga kuat sabu-sabu dan 15 paket kiv kosong.

“Setelah kita periksa di Labfor dan balai POM, hasilnya adalah positif sabu,” sambung Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha didampingi Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK.

Dari situ, polisi kemudian melakukan pengembangan. Dari hasil interogasi AS, menyebut bahwa barang haram itu merupakan milik seorang oknum warga binaan di Lapas Kelas II Manado yang berinisial AK.

Dari pengembangan pula, Sabtu (21/9/2019), polisi juga menangkap tangan seorang kurir berinisial ZM saat hendak menjemput barang narkotika dari AS tersebut. Di tangan ZM, polisi menyita lagi 1 sachet kecil berisi barang berbentuk kristal bening yang juga diduga kuat adalah sabu-sabu.

“Jadi, ZM ini adalah suruhan sekaligus masih sepupu dari AK yang ada di Lapas Manado. Baik AS dan ZM, mereka mengaku barangnya dari AK,” tambah Artha.

Polda Gorontalo bekerjasama dengan Polda Sulawesi Utara (Sulut) pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap oknum narapidana Lapas Manado berinisial AK tersebut. Dan tak bisa mengelak lagi, AK pun sudah mengakuinya.

“Menurut pengakuan AK, rencananya barangnya akan diedarkan di Manado dan Gorontalo,” tambah Artha.

Tersangka AS (baju orange) dan ZM (baju hijau) pada konfrensi pers di Polda Gorontalo.

Dari hasil tangkap tangan tersebut, total Polda Gorontalo menyita barang bukti 243.15 gram paket sabu. Barang tersebut jika ditaksir mencapai Rp 486 Juta.

Polisi pun menjerat para tersangka dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan maksimal ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara yang paling ringan adalah 20 tahun penjara dan paling singkat 6 tahun penjara.(Jeff)

loading...